Bidik Peluang UMKM Desa, Mahasiswa Kukerta Unri Latih Warga Danau Pulai Indah Produksi Sabun Cuci Piring

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring di Desa Danau Pulai Indah, Rabu (22/7/2026). Program ini tidak hanya membantu masyarakat menghemat biaya rumah tangga, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha mikro berbasis produk lokal.

Bidik Peluang UMKM Desa,  Mahasiswa Kukerta Unri Latih Warga Danau Pulai Indah Produksi Sabun Cuci Piring
Mahasiswa Kukerta Unri melatih sekitar 50 warga memproduksi sabun cuci piring sebagai upaya menghemat biaya rumah tangga. (Sumber : Kelompok Kukerta Unri Desa Danau Pulai Indah)

RINGKASAN BERITA:

  • Mahasiswa Kukerta Unri melatih sekitar 50 warga memproduksi sabun cuci piring sebagai upaya menghemat biaya rumah tangga.
  • Pelatihan dinilai berpotensi melahirkan produk unggulan UMKM Desa Danau Pulai Indah.
  • Pemerintah desa dan pihak kecamatan mengapresiasi inovasi tersebut karena memiliki nilai ekonomi dan peluang usaha bagi masyarakat.

RIAUCERDAS.COM, INDRAGIRI HILIR - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) mendorong lahirnya peluang usaha baru di Desa Danau Pulai Indah Kabupaten Indragiri Hilir melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring. 

Program pemberdayaan masyarakat tersebut dirancang agar keterampilan yang diperoleh warga tidak hanya mampu menekan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga berkembang menjadi produk UMKM desa.

Kegiatan bertajuk Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Pembuatan Sabun Cuci Piring sebagai Bentuk Efisiensi Biaya Rumah Tangga itu dilaksanakan pada Rabu (22/7/2026) dengan melibatkan sekitar 50 peserta.

Peserta berasal dari Tim Penggerak PKK, perangkat desa, majelis taklim, kader posyandu, hingga masyarakat umum.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa Kukerta memberikan materi mengenai proses pembuatan sabun cuci piring, mulai dari alat dan bahan yang diperlukan hingga perhitungan modal produksi.

Materi disampaikan oleh mahasiswa Kukerta Unri, Pitria Afnida.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan sabun yang dipandu mahasiswa Kukerta.

Peserta kemudian mempraktikkan secara langsung setiap tahapan pembuatan agar mampu memproduksi sabun secara mandiri di rumah.

Selama praktik berlangsung, peserta juga diperkenalkan fungsi masing-masing bahan yang digunakan sehingga memahami keseluruhan proses produksi.

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait teknik pembuatan maupun peluang pengembangan produk sebagai usaha rumahan.

Sejumlah peserta bahkan menyatakan ketertarikannya untuk memanfaatkan keterampilan tersebut sebagai sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Hal itu menunjukkan pelatihan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong munculnya ide-ide usaha baru di tingkat masyarakat.

Kepala Desa Danau Pulai Indah, Andi Asnizar Aziri Eka Putra, S.IP., mengapresiasi inovasi yang dibawa mahasiswa Kukerta Unri .

Menurutnya, pelatihan tersebut berpotensi memberikan manfaat ganda, yakni membantu efisiensi pengeluaran rumah tangga sekaligus mendukung pengembangan produk unggulan desa.

Ia menilai sabun cuci piring hasil pelatihan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari UMKM yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Apresiasi serupa juga datang dari Sekretaris Camat yang berkunjung ke Kantor Desa Danau Pulai Indah saat produk sabun dibagikan.

Setelah memperoleh penjelasan mengenai proses pembuatannya, ia menilai produk tersebut memiliki karakteristik berbeda, terutama dari sisi warna, sehingga memiliki nilai inovasi dan prospek untuk dikembangkan menjadi produk UMKM desa.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian Mahasiswa Kukerta Berdampak Unri Tahun 2026 di Desa Danau Pulai Indah.

Seluruh kegiatan dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Chairul Mukiyat, S.T., M.T., serta dikoordinasikan Ketua Kelompok Kukerta, M. Iqbal Fahlevi AE.

Melalui kegiatan tersebut, kata Iqbal Fahlevi, mahasiswa berharap masyarakat dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan biaya lebih hemat sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. (rls)