Siswa SD Dibekali Pengetahuan Perlindungan Diri untuk Cegah Pelecehan Seksual oleh Mahasiswa Kukerta Unri
Mahasiswa Kukerta Universitas Riau menggelar edukasi pencegahan pelecehan seksual bagi siswa SDN 05 Muara Bungkal. Melalui metode interaktif, siswa dibekali pengetahuan tentang perlindungan diri, mengenali perilaku yang tidak pantas, serta pentingnya berani melapor kepada orang dewasa yang dipercaya.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa Kukerta Unri mengedukasi siswa SDN 05 Muara Bungkal tentang perlindungan diri untuk mencegah pelecehan seksual sejak dini.
- Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab agar mudah dipahami anak-anak.
- Sekolah mengapresiasi program tersebut karena dinilai relevan dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.
RIAUCERDAS.COM, SIAK -Â Upaya memperkuat perlindungan anak di lingkungan sekolah dilakukan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) Tahun 2026 melalui kegiatan edukasi pencegahan pelecehan seksual di SD Negeri 05 Muara Bungkal, Kabupaten Siak pada Rabu (22/7/2026).
Program tersebut bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan mengenai perlindungan diri sejak usia dini.
Kegiatan yang berlangsung di SDN 05 Muara Bungkal itu diikuti para siswa dengan antusias.
Mahasiswa Kukerta menyampaikan materi mengenai pentingnya mengenali batasan diri, menjaga keamanan pribadi, serta memahami perilaku yang tidak pantas dilakukan oleh orang lain.
Seluruh materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami sesuai usia peserta didik.
Untuk memudahkan pemahaman, mahasiswa menerapkan metode interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa lebih nyaman dalam mengikuti kegiatan.
Salah seorang mahasiswi Kukerta Unri, Annisa Dewi Arimbi, mengatakan pembekalan mengenai perlindungan diri penting diberikan sejak jenjang sekolah dasar.
"Siswa diberikan penjelasan mengenai cara melindungi diri, pentingnya berani berbicara kepada orang tua atau guru ketika menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak nyaman, serta langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual," ujarnya.
Ia menambahkan metode penyampaian sengaja dibuat komunikatif agar peserta berani berpartisipasi selama kegiatan.
"Pendekatan yang interaktif dan komunikatif sengaja kami terapkan agar siswa merasa aman, tidak takut, dan bisa lebih aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung," tambahnya.
Program tersebut juga bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak agar tidak ragu menyampaikan pengalaman atau persoalan yang dihadapi kepada orang dewasa yang dipercaya.
Pihak SDN 05 Muara Bungkal memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut perwakilan sekolah, materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan perlindungan anak saat ini.
"Penghargaan atas kontribusi mahasiswa Kukerta UNRI. Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya perlindungan diri serta membantu mereka mengenali berbagai bentuk perilaku yang tidak pantas," terang perwakilan pihak sekolah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kukerta Unri berharap siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai perlindungan diri serta mampu mengenali perilaku yang tidak sesuai.
Program tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan pelecehan seksual sejak dini. (rls)