Wisuda UIN Suska Riau 2026, Soroti Pentingnya Literasi Finansial di Era Digital

UIN Suska Riau menggelar wisuda 2026 dengan menegaskan peran lulusan sebagai agen perubahan. Orasi ilmiah menyoroti urgensi kecerdasan finansial di tengah maraknya tren cashless dan paylater.

Wisuda UIN Suska Riau 2026, Soroti Pentingnya Literasi Finansial di Era Digital
Sidang Senat Terbuka wisuda Program Doktor, Magister, Sarjana, dan Diploma Periode I dan II Tahun 2026, Selasa (5/5/2026), di UIN Suska Riau. (Sumber: uin-suska.ac.id)

RINGKASAN BERITA:

  • Orasi ilmiah menyoroti risiko tren paylater dan rendahnya literasi finansial generasi Z.
  • Wisuda UIN Suska Riau jadi momentum penguatan peran lulusan di tengah masyarakat.
  • Data menunjukkan lonjakan penggunaan pembayaran digital hingga 67 persen di negara berkembang.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau menggelar Sidang Senat Terbuka wisuda Program Doktor, Magister, Sarjana, dan Diploma Periode I dan II Tahun 2026, Selasa (5/5/2026), di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa UIN Suska Riau.

Prosesi akademik ini dipimpin Ketua Senat, Prof. Dr. Hj. Zaitun, M.Ag., sebagai penanda resmi kelulusan mahasiswa.

Wisuda kali ini mencakup Program Doktor ke-72 dan 73, Program Magister ke-104 dan 105, serta Program Sarjana dan Diploma ke-124 dan 125.

Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianty, menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat.

“Wisuda ini merupakan tonggak awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh. Kami berharap para wisudawan dan wisudawati menjadi insan yang unggul secara akademik, berintegritas, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” kata dia.

Selain prosesi kelulusan, orasi ilmiah yang disampaikan Ketua Prodi S1 Manajemen, Susnaningsih Mu’at, menyoroti isu penting terkait literasi finansial di era digital.

Ia mengungkapkan bahwa transformasi sistem pembayaran digital berkembang pesat, dengan peningkatan penggunaan di negara berkembang dari 35 persen menjadi 67 persen dalam kurang dari satu dekade.

Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat tantangan serius, terutama bagi generasi muda.

Ia menyebut dua dari tiga generasi Z kini lebih memilih menggunakan fitur paylater dibandingkan meminjam kepada keluarga atau teman.

“Kemudahan ini memang terasa praktis dan aman. Namun tanpa pengendalian diri yang kuat, hal tersebut dapat menjerumuskan pada jebakan utang yang berisiko merusak reputasi finansial di masa depan,” ujar Prof Leny.

Ia juga mengingatkan bahwa buruknya rekam jejak keuangan sejak usia muda dapat berdampak jangka panjang, termasuk membatasi akses terhadap pembiayaan usaha maupun kepemilikan rumah.

Dalam kesempatan tersebut, UIN Suska Riau juga menetapkan wisudawan terbaik tingkat universitas, yakni Bilhakki Putra dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (S3) dan Yovia Violanda Fransiska dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Acara ini turut dihadiri perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, bersama jajaran pimpinan universitas dan tamu undangan lainnya.

Melalui momentum ini, UIN Suska Riau menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, literasi finansial yang baik, serta kesiapan menghadapi tantangan global di era digital. (*)