Wabup Meranti Minta Aparatur Turun ke Lapangan, Tebingtinggi Jadi Sorotan Wajah Daerah
Wakil Bupati Kepulauan Meranti menegaskan pentingnya perubahan pola kerja aparatur dengan turun langsung ke lapangan. Kecamatan Tebingtinggi dinilai sebagai wajah daerah yang menentukan citra pelayanan publik dan kebersihan lingkungan.
RINGKASAN BERITA:
- Wabup meminta aparatur tidak hanya bekerja dari kantor, tetapi aktif turun ke lapangan.
- Tebingtinggi disebut sebagai “wajah” Kabupaten Kepulauan Meranti yang menentukan citra daerah.
- Penanaman pohon jambu menjadi simbol komitmen kebersihan dan penghijauan lingkungan.
RIAUCERDAS.COM, SELATPANJANG - Perubahan pola kerja aparatur pemerintahan menjadi sorotan utama Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin.
Wabup meminta seluruh jajaran tidak lagi hanya bekerja dari balik meja, melainkan aktif turun langsung ke lapangan untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel pagi di Kecamatan Tebingtinggi, Kamis (30/4/2026).
Ia menilai langkah ini penting mengingat wilayah tersebut memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas dan pintu masuk utama daerah.
Menurut Muzamil, Tebingtinggi merupakan representasi atau “wajah” Kabupaten Kepulauan Meranti yang kerap menjadi tujuan kunjungan tamu dari berbagai daerah.
Karena itu, kondisi wilayah akan sangat memengaruhi citra daerah secara keseluruhan.
“Kecamatan Tebingtinggi ini adalah muka kabupaten. Apa yang dilihat orang di sini akan menjadi bahan perbincangan dan kesan mereka terhadap daerah kita,” kata dia.
Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di area perkantoran pemerintahan, yang harus dimulai dari internal aparatur sebagai contoh bagi masyarakat.
“Saya minta mulai dari kantor camat hingga kantor kelurahan benar-benar menjaga kebersihan. Kalau ini terjaga, maka akan memberi contoh dan dampak luas,” tegas Muzamil.
Selain itu, Muzamil mengingatkan bahwa kepemimpinan saat ini menuntut kehadiran langsung di tengah masyarakat.
Ia meminta para camat untuk rutin turun ke kelurahan dan desa guna memastikan kondisi riil di lapangan, termasuk dalam menjaga ketertiban dan kebersihan wilayah.
“Kita tidak bisa lagi memimpin dari kantor saja, hanya lewat surat edaran atau instruksi. Harus turun langsung ke lapangan, melihat kondisi riil, dan memastikan pelayanan berjalan sebagaimana mestinya,” terang dia.
Ia juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, terutama dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), agar penataan lingkungan di Tebingtinggi dapat dilakukan secara maksimal.
Di sisi lain, aspek kedisiplinan aparatur turut menjadi perhatian, mengingat kantor kecamatan dan kelurahan merupakan garda terdepan dalam pelayanan publik yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Apel pagi tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah se-Tebingtinggi, serta jajaran aparatur lainnya.
Kegiatan ditutup dengan penanaman bibit pohon jambu sebagai simbol komitmen terhadap kebersihan dan penghijauan lingkungan. (*)