Mayoritas Lansia, CJH Siak Diminta Jaga Kebugaran Jelang Keberangkatan Haji 2026

Sebanyak 33 persen calon jemaah haji asal Siak berstatus lansia. Petugas haji mengimbau jemaah menjaga kesehatan melalui olahraga ringan dan disiplin konsumsi obat menjelang keberangkatan.

Mayoritas Lansia, CJH Siak Diminta Jaga Kebugaran Jelang Keberangkatan Haji 2026
Dominasi jemaah lanjut usia menjadi perhatian utama dalam persiapan keberangkatan haji di Kabupaten Siak tahun 2026. (Sumber: siakkab.go.id)

RINGKASAN BERITA: 

  • Sebanyak 33 persen jemaah haji Siak berstatus lansia.
  • Jemaah diimbau rutin olahraga ringan dan disiplin konsumsi obat.
  • Cuaca panas di Tanah Suci jadi perhatian utama dalam persiapan kesehatan.

RIAUCERDAS.COM, SIAK - Dominasi jemaah lanjut usia menjadi perhatian utama dalam persiapan keberangkatan haji di Kabupaten Siak tahun 2026.

Dari total 257 calon jemaah, sekitar sepertiganya berusia lansia, sehingga aspek kebugaran dan kesehatan menjadi fokus utama sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Siak, Zubir Efendi, mengimbau para calon jemaah untuk rutin melakukan aktivitas fisik ringan guna menjaga stamina.

“Kami ingatkan calon jemaah haji Siak, sebelum berangkat. Kebugaran tubuh harus dijaga dengan olahraga ringan yang tidak memberatkan fisik, seperti jalan kaki,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 85 orang atau 33 persen dari total jemaah termasuk kategori lansia.

Dengan rata-rata usia di atas 50 tahun, kondisi kesehatan mereka perlu dipantau secara intensif oleh petugas kesehatan, baik dari Puskesmas sebelum keberangkatan maupun dokter pendamping selama perjalanan.

Selain menjaga kebugaran, jemaah juga diminta memperhatikan pola hidup sehat selama menjalankan ibadah haji.

Istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, serta kebiasaan menjaga kebersihan menjadi hal penting yang harus diterapkan.

“Jemaah diminta menjaga pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan, mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga ringan minimal 30 menit setiap hari saat setibanya di Tanah Suci nantinya,” kata Zubir.

Sementara itu, Petugas Haji Daerah bidang kesehatan, Atika Rifiani, menekankan pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat, terutama bagi jemaah dengan penyakit kronis.

“Kami sarankan minum obat sesuai jadwal, ini bagi calon Jemaah haji penderita Darah Tinggi, Gula dan Jantung. Kemudian karena cuaca di Mekkah panas CJH kita sarankan membawa alat pelindung diri seperti kacamata, masker, alas kaki, payung, semprot air dan tas paspor,” kata dia.

Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak menghentikan konsumsi obat tanpa konsultasi dengan dokter kloter, meskipun merasa sehat.

Persiapan logistik kesehatan, termasuk stok obat dan pengaturannya, juga menjadi perhatian khusus, terutama bagi jemaah lansia.

“Untuk Jemaah Lansia, mohon keluarga bantu siapkan obat, kemudian pisahkan obat ke plastik sesuai jadwal minumnya, untuk pagi, siang dan malam sesuai dosis jelas, sebelum berangkat,” tambahnya.

Berdasarkan jadwal, seluruh jemaah haji asal Siak akan diberangkatkan pada 4 Mei 2026 menuju Batam.

Dari total tersebut, terdiri atas 118 laki-laki dan 138 perempuan, dengan kelompok usia terbanyak berada pada rentang 51 hingga 60 tahun.

Jemaah tertua tercatat berusia 80 tahun atas nama Muinah asal Sabak Auh. (*)