Pemkab Rohul Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau
Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui apel siaga, pengecekan peralatan, hingga simulasi penanggulangan bencana. Langkah ini dilakukan menyusul prediksi musim kemarau yang berlangsung hingga Oktober 2026.
RINGKASAN BERITA:
- Pemkab Rohul menggelar apel siaga, simulasi, dan pengecekan peralatan untuk menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau 2026.
- BMKG memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Riau, termasuk Rohul, terjadi pada Juli hingga Agustus.
- Seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, relawan hingga perusahaan perkebunan, dilibatkan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
RIAUCERDAS.COM, PASIR PENGARAIAN - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) meningkatkan kesiapan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar apel siaga, simulasi penanganan bencana, serta pengecekan peralatan pendukung di halaman Kantor Bupati Rohul, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin Wakil Bupati Rohul Syafaruddin Poti tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung mulai Juni hingga Oktober 2026.
Hadir dalam kegiatan itu Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra, perwakilan Dandim 0313/KPR, unsur Forkopimda, BPBD Provinsi Riau, jajaran Pemerintah Kabupaten Rohul, para camat, Kapolsek, Danramil, hingga perwakilan perusahaan perkebunan.
Apel kesiapsiagaan diikuti berbagai unsur yang selama ini terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari BPBD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Polisi Kehutanan, Satpol PP dan Damkar, Manggala Agni, Tagana, relawan, Tim Reaksi Cepat, hingga perwakilan perusahaan perkebunan dan kelapa sawit.
Dalam arahannya, Syafaruddin Poti mengingatkan bahwa potensi karhutla perlu diwaspadai seiring masuknya musim kemarau berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Diperkirakan puncaknya pada Juli dan Agustus," katanya.
Menurutnya, kondisi cuaca yang lebih kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan sehingga seluruh pihak harus memperkuat langkah pencegahan sejak dini.
Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja.
Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan bencana.
"Harus bekerjasama lintas sektoral," katanya.
Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra menilai apel kesiapsiagaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah seluruh pihak yang terlibat dalam pengendalian karhutla.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi semua unsur menjadi kunci keberhasilan dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla di Kabupaten Rokan Hulu," kata Kapolres.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan langkah preventif melalui patroli rutin di wilayah rawan kebakaran, sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar, serta memastikan sarana dan prasarana penanganan karhutla selalu dalam kondisi siap digunakan.
Selain itu, keterlibatan masyarakat juga dinilai penting dalam mendeteksi dan mencegah kebakaran sejak dini, disertai penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan gelar kendaraan operasional dan pemeriksaan peralatan milik Polres Rohul, BPBD Kabupaten Rohul, Damkar Kabupaten Rohul, serta Satria Kresna Bonai.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh perlengkapan dapat digunakan secara optimal apabila terjadi keadaan darurat.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) dan simulasi penanggulangan karhutla.
Simulasi tersebut bertujuan memperkuat koordinasi antarlembaga sekaligus menguji kesiapan personel dalam menghadapi potensi kebakaran di lapangan.
Melalui kesiapan personel, kelengkapan peralatan, serta kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Rohul berharap potensi karhutla selama musim kemarau dapat ditekan sehingga masyarakat terhindar dari dampak bencana asap dan kerusakan lingkungan. (adv)