Di Acara Pramuka, Bupati Siak Soroti Ancaman Gadget dan Narkoba
Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan peran strategis Pramuka dalam membentengi anak dari pengaruh negatif era digital dalam Mabigus Summit 2026.
RINGKASAN BERITA:
- Pramuka dinilai jadi benteng anak dari pengaruh gadget dan narkoba
- Bupati dorong keterlibatan orang tua dalam kegiatan kepramukaan
- Meski anggaran terbatas, kegiatan Pramuka diminta tetap berjalan.
RIAUCERDAS.COM, SIAK - Pendidikan kepramukaan dinilai menjadi salah satu solusi penting dalam menghadapi dampak negatif perkembangan teknologi dan pergaulan bebas di kalangan anak dan remaja.
Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan, Pramuka harus diperkuat sebagai benteng pembentukan karakter di tengah maraknya penggunaan gawai dan ancaman narkoba.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Mabigus Summit 2026 yang digelar Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 09 Siak di Balai Rung Datuk 4 Suku, Jumat (1/5/2026) malam.
Kegiatan bertema “Merajut Sinergi Kamabigus, Membangun Gugus depan yang Bermartabat” tersebut diikuti ratusan peserta, terdiri dari 221 Kamabigus, 14 Kakwarran, 40 Pusdiklatcab, serta 25 pengurus dari 14 kecamatan se-Kabupaten Siak.
Dalam arahannya, Afni yang juga Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (KaMabigus) mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat sinergi antar pembina Pramuka.
“Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat sinergi, meningkatkan pemahaman serta semangat para Mabigus di Kabupaten Siak. Kegiatan seperti ini harus rutin dilaksanakan untuk menciptakan tunas-tunas baru yang berkualitas,” ujarnya.
Afni menyoroti tantangan besar yang dihadapi orang tua dan pendidik di era digital.
Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pendidikan karakter yang kuat agar anak tidak terjerumus dalam perilaku negatif.
“Oleh karena itu, dengan adanya pendidikan dan kegiatan kepramukaan ini mampu mengantisipasi efek negatif dari perkembangan zaman, seperti penyalahgunaan smartphone dan narkoba, karena Pramuka mendidik karakter anak untuk disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab,” jelas bupati.
Afni juga menanggapi masih adanya orang tua yang melarang anak mengikuti kegiatan Pramuka.
Ia mendorong pendekatan yang lebih inklusif dengan melibatkan orang tua dalam kegiatan.
“Jika ada orang tua yang melarang anaknya ikut Pramuka, silakan buat kegiatan yang bisa menghadirkan orang tua juga. Nanti saya akan ikut memberikan motivasi kepada para orang tua,” kata dia.
Bupati menambahkan, peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Pramuka perlu dibangun melalui peran aktif Kwartir Ranting dan pembuktian nyata di lapangan.
Kegiatan kepramukaan, menurutnya, tetap harus berjalan meskipun dalam kondisi keterbatasan anggaran.
“Meskipun kondisi keuangan tidak sedang baik-baik saja, kegiatan kepramukaan tidak boleh berhenti. Kita bisa membuat kegiatan yang murah dan meriah, yang penting manfaatnya dirasakan langsung oleh calon tunas Pramuka,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kwartir Cabang 09 Gerakan Pramuka Siak, Mahadar, menyebut Mabigus Summit sebagai forum strategis untuk memperkuat peran kepala sekolah dalam pembinaan Pramuka.
Ia juga menyampaikan bahwa Kwarcab Siak akan mengikuti Jambore Nasional XII Gerakan Pramuka yang akan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Cibubur, Jakarta Timur.
“Mohon doa dan dukungan agar kontingen kita bisa meraih prestasi maksimal,” harapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Riau, Deny Rendra, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan gerakan kepramukaan di daerah. (*)