Rekor! Lebih dari 262 Ribu ASN Lulus Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta Kemenag

Pelatihan daring Kurikulum Berbasis Cinta mencatat tingkat kelulusan tertinggi dalam tiga tahun terakhir, menandai meningkatnya kompetensi ASN Kemenag di era digital.

Rekor! Lebih dari 262 Ribu ASN Lulus Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta Kemenag
Kurikulum Berbasis Cinta. (Sumber: Kemenag)

RINGKASAN BERITA: 

  • 262 ribu lebih peserta lulus pelatihan KBC dengan tingkat kelulusan 85 persen
  • Rekor tertinggi dalam tiga tahun terakhir untuk pelatihan digital Kemenag
  • Ditargetkan berdampak pada layanan publik yang lebih empatik dan solutif.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Lonjakan tingkat kelulusan dalam pelatihan digital menjadi indikator kuat meningkatnya kapasitas aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). 

Sebanyak 262.613 peserta dinyatakan lulus dalam pelatihan daring Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), mencatatkan rekor tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Kepala Pusbangkom SDM Kementerian Agama, Mastuki, menyampaikan bahwa capaian ini diharapkan berdampak langsung pada kualitas layanan publik yang lebih empatik dan solutif.

“Tingkat kelulusan yang tinggi ini menunjukkan bahwa ASN Kementerian Agama memiliki semangat belajar yang luar biasa serta mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran digital secara mandiri,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Pelatihan yang digelar melalui platform MOOC Pintar ini diikuti oleh 305.393 peserta dari seluruh Indonesia dan berlangsung secara asynchronous pada 22–28 April 2026.

Dari jumlah tersebut, tingkat kelulusan mencapai 85 persen.

Program ini dibuka langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada 22 April 2026.

Tingginya partisipasi peserta juga terlihat dari dominasi wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat sebagai penyumbang peserta terbanyak.

Menurut Mastuki, tingginya angka kelulusan tidak hanya mencerminkan kuantitas, tetapi juga kualitas partisipasi peserta dalam mengikuti pelatihan.

Ia berharap pemahaman terhadap Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Kami harap semakin ASN paham substansi kurikulum berbasis cinta, itu akan berdampak pada layanan publik di Kementerian Agama yang semakin empatik dan solutif,” kata dia.

Ke depan, pelatihan KBC akan terus dilaksanakan secara daring dengan sistem terbuka dan masif agar dapat menjangkau lebih banyak peserta.

Program ini juga akan dikembangkan menjadi lebih adaptif dan interaktif sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain ASN, pelatihan ini juga menyasar berbagai pemangku kepentingan lain, seperti penyuluh agama, tenaga administrasi, guru RA, guru PAI di sekolah, hingga majelis taklim.

“Pelatihan KBC secara daring melalui MOOC Pintar akan tetap dibuka di periode berikutnya untuk membuka akses lebih luas. Diharapkan semua ASN Kemenag dan masyarakat yang menjadi pemangku kepentingan lain. Penyuluh agama, administrasi, guru RA, guru PAI di Sekolah, majelis taklim, dan lainnya masih potensial dan perlu mendapat pemahaman KBC,” ujarnya.

Dengan capaian ini, Kementerian Agama optimistis pelatihan berbasis digital dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kompetensi SDM secara luas dan berkelanjutan. (*)