Kukerta Berdampak FK Unri Perkuat Layanan Kesehatan Kelurahan Ratu Sima, Libatkan Posyandu hingga Sekolah
Mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus Fakultas Kedokteran Universitas Riau menjalankan berbagai program kesehatan di Kelurahan Ratu Sima, Kota Dumai. Mulai dari pendampingan posyandu, pelatihan pertolongan pertama di sekolah, hingga cek kesehatan gratis yang mendapat apresiasi dari Puskesmas Bumi Ayu.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa FK Unri berkolaborasi dengan Posyandu Bahagia dan Puskesmas Bumi Ayu untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat di Kelurahan Ratu Sima.
- Program kesehatan menjangkau sekolah dan masyarakat, mulai dari pelatihan P3K, PMR, PHBS, edukasi gizi, hingga pembentukan Dokter Kecil.
- Kukerta Berdampak FK Unri turut mendukung program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya promotif dan preventif di tingkat kelurahan.
RIAUCERDAS.COM, DUMAI - Program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Khusus Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri) tidak hanya berfokus pada kegiatan pengabdian di masyarakat, tetapi juga memperkuat layanan kesehatan tingkat kelurahan melalui kolaborasi dengan kader posyandu, sekolah, dan puskesmas.
Berbagai program tersebut menjadi perhatian saat Universitas Riau melakukan supervisi terhadap mahasiswa peserta Kukerta Berdampak FK Unri di Kelurahan Ratu Sima, Kota Dumai, Selasa (9/6/2026).
Mewakili Rektor Unri, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Mexsasai Indra SH MH hadir meninjau langsung pelaksanaan program bersama tim Kelompok Kerja (Pokja) Kukerta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), yakni Prof Dr Zahtamal SKM MKes dan Sukamarriko Andrikasmi SH MH.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat aktivitas mahasiswa yang bekerja sama dengan Kader Posyandu Bahagia Kelurahan Ratu Sima untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Dr Mexsasai mengatakan kegiatan Kukerta Berdampak merupakan bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, terutama pada aspek pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan program Kampus Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
“Konsep ini mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, supervisi dilakukan untuk memastikan program kerja mahasiswa berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga Kota Dumai.
“Universitas Riau berharap kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya saing melalui implementasi nyata konsep Kampus Berdampak,” tutur Dr Mexsasai.
Sementara itu, Prof Zahtamal menjelaskan Kukerta Berdampak yang diinisiasi fakultas bertujuan mendukung kinerja pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan berbasis keilmuan.
Ia menyebut Fakultas Kedokteran Unri kembali melaksanakan Kukerta Berdampak Khusus pada 2026 dengan fokus utama pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.
“Setelah melalui berbagai tahapan perencanaan dan seleksi, pada tahun 2026, FK Unri kembali melaksanakan Kukerta Berdampak Khusus dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan,” ujarnya.
Menurut Prof Zahtamal, kegiatan supervisi juga menjadi sarana evaluasi untuk pengembangan program serupa pada masa mendatang sekaligus memotivasi mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Apresiasi terhadap program tersebut datang dari Kepala Puskesmas Bumi Ayu, dr Nanda Utama, yang turut hadir dalam kegiatan Posyandu Bahagia Kelurahan Ratu Sima.
Ia menilai berbagai kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung program puskesmas dalam meningkatkan derajat kesehatan melalui pendekatan promotif dan preventif.
Menurut dr Nanda, keterlibatan mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi kesehatan kepada warga, tetapi juga memperkuat kapasitas kader kesehatan, sekolah, dan berbagai unsur masyarakat lainnya.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kontribusi mahasiswa FK Unri. Kehadiran mereka memberikan nilai tambah bagi pelayanan kesehatan masyarakat dan menjadi contoh kolaborasi yang baik antara perguruan tinggi, puskesmas, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain mendampingi kegiatan posyandu, mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus FK Unri menjalankan sejumlah program unggulan yang berorientasi pada peningkatan literasi kesehatan masyarakat.
Kegiatan tersebut antara lain edukasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dan pelatihan dasar Palang Merah Remaja (PMR) di SMPN 024 Ratu Sima.
Materi yang diberikan mencakup Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada kasus pingsan dan henti jantung, penanganan luka, pembalutan, penanganan awal patah tulang dan dislokasi, hingga teknik evakuasi korban sesuai tugas PMR.
Mahasiswa juga memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyuluhan gizi di sekolah, serta pelatihan Dokter Kecil bagi siswa SDN 002 Ratu Sima yang telah dibentuk sebagai kader kesehatan sebaya.
Tidak hanya itu, mahasiswa turut berkolaborasi dengan Puskesmas Bumi Ayu dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat dan sekolah di Kelurahan Ratu Sima.
Ketua Kukerta Berdampak Khusus FK Unri Kelurahan Ratu Sima, Faizul Akbar, mengatakan seluruh program dirancang untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif di tingkat kelurahan.
Faizul menambahkan, pihaknya berupaya menghadirkan program yang tidak hanya memberikan manfaat selama masa Kukerta berlangsung, tetapi juga dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat, kader kesehatan, dan pihak sekolah setelah program berakhir.
"Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kami berharap kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku hidup sehat masyarakat Kelurahan Ratu Sima,” tandasnya. (*)