59 Siswa SD di Kuansing Ikut Edukasi Literasi Keuangan dari Mahasiswa Kukerta Unri
Sebanyak 59 siswa SD Negeri 006 Sungai Sorik, Kabupaten Kuantan Singingi, mengikuti edukasi literasi keuangan yang digelar mahasiswa Kukerta Universitas Riau. Melalui permainan interaktif dan kuis, siswa diajak memahami cara mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membiasakan menabung sejak dini.
RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 59 siswa SD Negeri 006 Sungai Sorik mengikuti edukasi literasi keuangan dari mahasiswa Kukerta Unri.
- Materi disampaikan secara interaktif melalui permainan "Detektif Kebutuhan vs Keinginan" dan kuis berhadiah celengan.
- Siswa diajarkan metode sederhana mengelola uang saku ke dalam tiga pos, yakni jajan, tabungan, dan sedekah.
RIAUCERDAS.COM, KUANTAN SINGINGI - Sebanyak 59 siswa SD Negeri 006 Sungai Sorik, Desa Rawang Oguang, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), mendapat pembekalan mengenai pengelolaan keuangan sejak usia dini melalui program edukasi literasi keuangan yang diselenggarakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri), Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program unggulan Kukerta Unri 2026 yang berfokus pada pembentukan kebiasaan menabung dan pengelolaan uang bagi anak-anak sekolah dasar.
Peserta kegiatan berasal dari siswa kelas 4, 5, dan 6. Edukasi dipandu oleh dua mahasiswa Kukerta, Fania Ajani dan Asyiah Sari Bulan, sebagai pemateri.
Pada sesi awal, Fania Ajani mengenalkan konsep dasar mengenai uang.
Materi yang disampaikan mencakup pengertian uang sebagai alat tukar, sejarah sistem barter pada masa lalu, hingga jenis dan fungsi uang yang digunakan saat ini, baik berupa uang koin maupun uang kertas.
Agar materi lebih mudah dipahami, Fania mengajak para siswa mengikuti permainan "Detektif Kebutuhan vs Keinginan".
Dalam permainan tersebut, siswa diminta mengelompokkan berbagai gambar barang, seperti beras, buku, seragam sekolah, gawai, dan mainan ke dalam kategori kebutuhan atau keinginan.
Suasana kelas berlangsung antusias dengan banyak siswa berlomba mengangkat tangan untuk menjawab.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Asyiah Sari Bulan yang membahas pentingnya menabung sejak dini.
Ia menjelaskan bahwa kebiasaan menabung dapat melatih kedisiplinan anak dalam menggunakan uang sekaligus mengurangi ketergantungan kepada orang tua ketika ingin membeli sesuatu.
Selain itu, siswa dikenalkan langkah-langkah sederhana untuk mulai menabung, seperti menyisihkan sebagian uang saku setiap hari, menggunakan celengan, tidak menghabiskan seluruh uang jajan, serta menentukan tujuan menabung.
Asyiah juga memperkenalkan cara sederhana mengatur uang saku melalui pembagian ke dalam tiga pos, yakni untuk jajan, tabungan, dan sedekah.
Antusiasme peserta kembali terlihat pada sesi kuis yang digelar di akhir kegiatan.
Berbagai pertanyaan seputar materi yang telah dipelajari, mulai dari pengertian alat tukar hingga contoh perilaku boros, dijawab dengan semangat oleh para siswa.
Peserta yang berhasil menjawab dengan benar memperoleh hadiah berupa celengan.
Kepala SD Negeri 006 Sungai Sorik, Sapni Haslinda, S.Pd., mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa Kukerta Unri tersebut.
"Kami berterima kasih karena adik-adik mahasiswa mau meluangkan waktu berbagi ilmu dengan cara yang mudah dipahami anak-anak. Semoga apa yang disampaikan hari ini bisa terus diingat dan dipraktikkan oleh anak-anak kami," ujarnya.
Program edukasi literasi keuangan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kukerta Unri 2026 di Desa Rawang Oguang.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap anak-anak memiliki bekal dasar dalam mengelola keuangan dan membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah dasar. (rls)