Mahasiswa Kukerta Unri Kenalkan Filter Air BASIKA, Solusi Sederhana Atasi Air Sumur Keruh

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau memperkenalkan teknologi filter air sederhana BASIKA kepada masyarakat Desa Pasir Keranji sebagai solusi mengatasi kualitas air sumur yang keruh, berminyak, dan berbau besi. Program ini diharapkan meningkatkan kemandirian warga dalam menyediakan air bersih.

Mahasiswa Kukerta Unri Kenalkan Filter Air BASIKA, Solusi Sederhana Atasi Air Sumur Keruh
Suasana praktik pembuatan filter air sederhana berbasis media filter yang digelar mahasiswa Kukerta Universitas Riau Desa Pasir Keranji yang berlangsung pada Senin (20/7/2026) lalu. (Sumber: Kelompok Kukerta Unri Desa Pasir Keranji)

RINGKASAN BERITA:

  • Mahasiswa Kukerta Unri memperkenalkan BASIKA sebagai solusi sederhana mengatasi air sumur yang keruh dan berbau besi.
  • Warga diajarkan langsung cara membuat, mengoperasikan, dan merawat filter air melalui sistem backwash.
  • Program diharapkan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menyediakan air bersih dengan teknologi yang ekonomis dan mudah diterapkan.

RIAUCERDAS.COM, INDRAGIRI HULU - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) menghadirkan solusi sederhana untuk mengatasi persoalan kualitas air di Desa Pasir Keranji Kabupaten Indragiri Hulu melalui program pemberdayaan masyarakat bertajuk Pembuatan Filter Air Sederhana Berbasis Media Filter.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (20/7/2026) itu memperkenalkan sistem penyaringan air BASIKA sebagai alternatif pengolahan air bersih yang mudah diterapkan oleh warga.

Program tersebut digagas sebagai respons terhadap kondisi air sumur cincin yang masih digunakan mayoritas masyarakat.

Air tersebut diketahui memiliki karakteristik berminyak, berbau besi menyengat, keruh, serta mengandung flok kuning akibat proses oksidasi zat besi.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa yang diwakili Airin Ifani, Saktia Beno, dan M. Adib Aditya mengenalkan BASIKA (Backwash-Silika-Karbon Aktif), sebuah metode penyaringan air yang memanfaatkan media filter sederhana dan mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

Selain memberikan pemaparan mengenai pentingnya pengolahan air bersih, mahasiswa juga mendemonstrasikan secara langsung tahapan pembuatan filter BASIKA.

Mulai dari penyusunan media penyaring, teknik pengoperasian, hingga cara perawatan menggunakan sistem backwash dijelaskan kepada peserta.

Pendekatan praktik langsung diterapkan agar masyarakat memahami setiap proses pembuatan filter dan mampu mengaplikasikannya secara mandiri di rumah masing-masing.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari warga.

Salah seorang peserta, Nila Rosa, menilai materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mudah untuk dipahami. Jika bisa, langkah-langkah pembuatannya difotokan untuk disebarkan kepada yang lain," ujarnya.

Mahasiswa Kukerta Unri berharap teknologi BASIKA dapat menjadi solusi pengolahan air bersih yang ekonomis dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Pasir Keranji. 

Selain membantu memenuhi kebutuhan air yang lebih layak digunakan, program ini juga diharapkan meningkatkan pengetahuan dan kemandirian warga dalam mengatasi persoalan kualitas air di lingkungan mereka. (rls)