Mahasiswa FIKOM UIR Produksi Film Dokumenter Sejarah Siak
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau memproduksi film dokumenter tentang sejarah dan budaya Kabupaten Siak. Karya tersebut menjadi bagian dari pembelajaran praktis sekaligus upaya memperkenalkan warisan budaya Melayu kepada masyarakat luas.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa FIKOM UIR memproduksi film dokumenter untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Kabupaten Siak.
- Proyek melibatkan mahasiswa dalam seluruh tahapan produksi, mulai dari riset hingga penyuntingan film.
- Film dokumenter diharapkan menjadi media promosi budaya Melayu sekaligus sarana pelestarian sejarah daerah bagi generasi muda.
RIAUCERDAS.COM, SIAK - Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Islam Riau (UIR) memanfaatkan media film dokumenter untuk mengenalkan kekayaan sejarah dan budaya Kabupaten Siak kepada publik.
Karya tersebut merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Produksi Konten Digital yang diikuti mahasiswa angkatan 2024.
Film dokumenter itu tidak hanya menjadi sarana pembelajaran akademik, tetapi juga diharapkan mampu mendukung promosi budaya, pariwisata, dan sejarah daerah yang selama ini menjadi identitas Kabupaten Siak.
Dosen pengampu mata kuliah Produksi Konten Digital, Mohd Reyza Khalis, S.I.Kom., M.I.Kom., mengatakan proyek tersebut dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif melalui keterlibatan langsung dalam proses produksi karya audiovisual.
Mahasiswa, kata dia, terlibat mulai dari tahap riset, observasi lapangan, wawancara, penulisan naskah, pengambilan gambar hingga proses penyuntingan film.
“Mahasiswa dituntut untuk mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai akademik sekaligus manfaat bagi masyarakat," katanya.
Film dokumenter ini, menurut dia, menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mengintegrasikan kreativitas, kemampuan komunikasi, dan kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.
Reyza menambahkan, pemilihan Kabupaten Siak sebagai objek film dokumenter didasarkan pada kekayaan budaya Melayu yang masih kuat serta peran penting daerah tersebut dalam perjalanan sejarah dan perkembangan peradaban di Provinsi Riau.
Ia menjelaskan, sebelumnya sivitas akademika FIKOM UIR juga telah melakukan penjajakan kerja sama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Siak.
Pembahasan kerja sama mencakup pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, komunikasi, hingga promosi daerah.
Sebelumnya Civitas Akademika FIKOM UIR juga sudah melakukan penjajakan kerjasama dengan FORKOPIMDA Kabupaten Siak, membahas pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, komunikasi, dan promosi daerah.
"Kabupaten Siak dipilih karena memiliki kekayaan budaya Melayu yang kuat serta jejak sejarah yang penting dalam perkembangan peradaban di Provinsi Riau,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di lapangan melalui berbagai program yang melibatkan pemerintah daerah dan dunia pendidikan.
Melalui produksi film dokumenter ini, mahasiswa tidak hanya mempraktikkan kemampuan teknis dalam produksi konten digital, tetapi juga berkontribusi dalam upaya pelestarian dan pengenalan budaya Melayu kepada generasi muda.
FIKOM UIR berharap karya yang sedang diproduksi tersebut dapat menjadi jembatan antara generasi muda dengan warisan sejarah dan budaya yang dimiliki Kabupaten Siak, sekaligus memperkuat peran akademisi dalam mendukung pembangunan daerah berbasis budaya.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen FIKOM UIR dalam mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang tidak hanya memenuhi capaian pembelajaran akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)