Unri Siapkan 6.000 Bibit Pohon untuk Kukerta 2026, Dukung Gerakan Penghijauan Berkelanjutan

Universitas Riau menyiapkan 6.000 bibit pohon yang akan ditanam di 400 desa lokasi Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) 2026. Program ini menjadi tindak lanjut gerakan penanaman pohon serentak yang digelar bersama 39 perguruan tinggi anggota BKS-PTN Barat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Unri Siapkan 6.000 Bibit Pohon untuk Kukerta 2026, Dukung Gerakan Penghijauan Berkelanjutan
Rektor Universitas Riau, Prof Dr Sri Indarti SE MSi menanam bibit pohon saat Gerakan Penanaman Pohon Penghijauan secara Serentak yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau, Senin (8/6/2026). (Sumber: Unri)

RINGKASAN BERITA:

  • Unri menyiapkan 6.000 bibit pohon yang akan ditanam di 400 desa lokasi Kukerta 2026.
  • Gerakan penghijauan dilakukan serentak oleh 39 perguruan tinggi anggota BKS-PTN Barat.
  • Delapan jenis pohon ditanam di Kampus Unri, termasuk cempedak, petai, jengkol, mahoni, dan mangga.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Riau (Unri) akan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) 2026 dalam program penghijauan dengan menyalurkan 6.000 bibit pohon ke 400 desa. 
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas dampak gerakan penanaman pohon yang digagas Forum Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP/LPPM) Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Indonesia Bagian Barat (BKS-PTN Barat).

Program tersebut disampaikan dalam kegiatan Gerakan Penanaman Pohon Penghijauan Secara Serentak yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unri di Kampus Bina Widya, Senin (8/6/2026).

Kegiatan mengusung tema “Menabur Benih Kehidupan, Merajut Masa Depan.

Kampus Berdampak untuk Lingkungan Berkelanjutan dan merupakan bagian dari dukungan perguruan tinggi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Rektor Unri, Prof. Dr. Sri Indarti, SE, MSi, mengatakan gerakan penghijauan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian alam.

"Dengan adanya penanaman pohon ini, Universitas Riau hadir tidak hanya sebagai perguruan tinggi yang mencetak mahasiswa unggul secara akademik, tetapi juga memberikan pembelajaran tentang kepedulian terhadap alam dan lingkungan," kata Sri Indarti.

Sementara itu, Ketua LPPM Unri, Prof. Dr. Mubarak, MSi, menjelaskan bahwa program penanaman pohon akan diintegrasikan dengan pelaksanaan Kukerta 2026.

Menurutnya, setiap kelompok mahasiswa Kukerta akan dibekali 15 bibit pohon untuk ditanam di desa lokasi pengabdian.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 6.000 bibit yang akan didistribusikan ke 400 desa.

Prof. Mubarak menilai program tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

"Harapannya akan muncul kader-kader peduli lingkungan di masyarakat," katanya.

Di sisi lain, Kepala Kelompok Kerja Program, Data dan Informasi LPPM Unri, Rioni Imron, SSos, MIKom, menyebutkan gerakan penghijauan ini dilakukan secara serentak oleh seluruh perguruan tinggi yang tergabung dalam BKS-PTN Barat.

"Iya, dilaksanakan serentak di 39 perguruan tinggi," ujarnya.

Rioni menjelaskan, terdapat delapan jenis pohon yang ditanam di lingkungan Kampus Unri dalam kegiatan tersebut.

Jenis pohon itu meliputi nangka hutan atau cempedak, nangka madu, mangga, petai, jengkol, pulai, bunga tanjung, dan mahoni.

Melalui gerakan ini, Unri berharap kontribusi perguruan tinggi dalam pelestarian lingkungan dapat semakin nyata sekaligus memperkuat keterlibatan mahasiswa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. (*)