Mahasiswa Kukerta Unri Dorong Warga Pangkalan Tujuh Kembangkan Usaha VCO

Mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau menggelar sosialisasi dan demonstrasi pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) di Kelurahan Pangkalan Tujuh, Indragiri Hilir. Program ini mendorong masyarakat mengolah kelapa menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang usaha rumahan berbasis potensi lokal.

Mahasiswa Kukerta Unri Dorong Warga Pangkalan Tujuh Kembangkan Usaha VCO
Mahasiswa Kukerta Unri foto bersama dengan warga setelah kegiatan sosialisasi dan demonstrasi mengolah kelapa menjadi VCO untuk meningkatkan nilai jual komoditas lokal. (Sumber: Kelompok Kukerta Unri Kelurahan Pangkalan Tujuh)

RINGKASAN BERITA:

  • Mahasiswa Kukerta Unri mengajak warga mengolah kelapa menjadi VCO untuk meningkatkan nilai jual komoditas lokal.
  • Warga diperkenalkan peluang bisnis dari produk turunan VCO seperti sabun, lulur, minyak urut, dan minyak rambut.
  • Program tidak hanya mengajarkan teknik produksi, tetapi juga membekali peserta dengan gambaran modal dan potensi pemasaran usaha.

RIAUCERDAS.COM, INDRAGIRI HILIR - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (Unri) Tahun 2026 mendorong masyarakat Kelurahan Pangkalan Tujuh, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, meningkatkan nilai ekonomi komoditas kelapa melalui pengolahan menjadi Virgin Coconut Oil (VCO).

Upaya tersebut diwujudkan lewat sosialisasi dan demonstrasi pembuatan VCO yang digelar di Posko KKN RT 08 Pangkalan Tujuh dan diikuti warga setempat.

Program ini menjadi salah satu agenda prioritas mahasiswa Kukerta dalam mengoptimalkan potensi kelapa yang selama ini lebih banyak dipasarkan dalam bentuk mentah maupun kopra dengan nilai jual relatif rendah.

Melalui kegiatan tersebut, warga diperkenalkan pada cara mengolah kelapa menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memaparkan sekaligus menayangkan video tahapan pembuatan VCO menggunakan metode sederhana yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga.

Materi yang disampaikan meliputi pemilihan kelapa tua, proses pemarutan dan pengambilan santan, tahapan fermentasi, hingga teknik memisahkan minyak dari air dan blondo.

Selain proses produksi, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai manfaat VCO bagi kesehatan.

Produk ini diperkenalkan sebagai minyak alami yang dapat dimanfaatkan untuk perawatan kulit dan rambut, mendukung daya tahan tubuh, serta menjadi alternatif minyak masak yang lebih sehat dibandingkan minyak goreng biasa.

Mahasiswa juga memperluas wawasan peserta dengan mengenalkan berbagai produk turunan berbahan dasar VCO, seperti sabun, minyak urut, lulur, dan minyak rambut alami.

Diversifikasi produk tersebut dinilai berpotensi membuka peluang usaha rumahan sekaligus meningkatkan nilai jual hasil olahan kelapa.

Sebagai bekal bagi warga yang ingin memulai usaha, mahasiswa turut memberikan gambaran mengenai kebutuhan modal produksi serta estimasi harga jual VCO di pasaran.

Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi pertimbangan masyarakat sebelum memproduksi VCO secara mandiri maupun berkelompok.

Ketua Kukerta Berdampak Unri, M. Fatur Rahadian Ardhi, berharap pengetahuan yang diberikan mampu dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

"Kami berharap ilmu yang diperoleh melalui sosialisasi ini dapat diterapkan oleh seluruh warga di lingkungan rumah masing-masing, sehingga kelapa yang selama ini hanya dijual mentah bisa diolah menjadi produk yang lebih bernilai dan menambah penghasilan keluarga," ujarnya.

Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung.

Peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai durasi fermentasi, teknik penyimpanan, hingga peluang pemasaran VCO sebagai produk usaha.

Program ini merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Kukerta Berdampak Unri Tahun 2026 di Kelurahan Pangkalan Tujuh yang dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Asral, S.T., M.Eng., Ph.D.

Mahasiswa berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal lahirnya usaha rumahan berbasis olahan kelapa yang dapat berkembang secara berkelanjutan di tengah masyarakat. (rls)