UIN Suska Riau dan Universiti Malaya Perkuat Kerja Sama Internasional Lewat Program Student Mobility
UIN Sultan Syarif Kasim Riau resmi menyambut program Student Mobility bersama Universiti Malaya sebagai langkah memperkuat kolaborasi akademik internasional, pertukaran budaya, hingga peluang KKN internasional dan publikasi ilmiah bersama.
RINGKASAN BERITA:
- Program Student Mobility berlangsung pada 26–30 April 2026 di kampus UIN Suska Riau.
- Membuka peluang KKN bersama dan praktik lapangan mahasiswa UM di Provinsi Riau.
- Ditujukan untuk memperkuat kapasitas akademik, publikasi ilmiah, dan jejaring internasional.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau memperluas jejaring akademik global melalui pelaksanaan program Student Mobility bersama Universiti Malaya yang resmi digelar pada 26–30 April 2026 di lingkungan kampus UIN Suska Riau.
Program ini menjadi langkah konkret kedua perguruan tinggi dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau, Dr. Arsyadi Ali, menyebut kegiatan tersebut sebagai forum strategis bagi mahasiswa dan akademisi untuk saling bertukar pengalaman akademik sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia dan Malaysia.
Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, menegaskan program Student Mobility merupakan bentuk nyata komitmen institusi dalam membangun kapasitas akademik atau academic capacity building.
Menurutnya, program ini juga menjadi implementasi dari nota kesepahaman atau MoU yang telah terjalin antara UIN Suska Riau dan Universiti Malaya.
“Selain pertukaran mahasiswa, program ini juga membuka ruang bersama untuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama antara UM dan UIN Suska Riau. UIN Suska Riau dalam tiga tahun telah melaksanakan KKN internasional di Kelantan dan Terengganu. Hasil kegiatan tersebut akan didokumentasikan dan dituliskan oleh mahasiswa peserta bersama dosen pembimbing,” ujar Rektor.
Leny menjelaskan, program KKN internasional dan pengabdian masyarakat dosen juga membuka peluang bagi mahasiswa Universiti Malaya untuk melakukan praktik lapangan di Provinsi Riau dengan pendampingan tim dosen dan mahasiswa UIN Suska Riau.
Ia menilai program tersebut diharapkan memberi dampak signifikan terhadap pengembangan akademik maupun kelembagaan di kedua universitas.
Secara keseluruhan, program Student Mobility dan KKN internasional ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kompetensi global mahasiswa, memperkuat jaringan internasional institusi, menghasilkan publikasi ilmiah kolaboratif, serta memberi dampak nyata bagi masyarakat di tingkat lokal maupun internasional.
Sementara itu, Associate Professor Dr. Fauziah dari Fakultas Sains Universiti Malaya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan UIN Suska Riau.
“Kami mengucapkan terima kasih atas diterimanya kunjungan akademik ini. Program ini membuka peluang besar untuk kerja sama berkelanjutan serta implementasi berbagai inisiatif akademik demi kemajuan bersama antara UM dan UIN Suska Riau,” ujarnya.
Menurut Fauziah, program tersebut mencerminkan komitmen kuat kedua institusi dalam memajukan kolaborasi akademik internasional, khususnya dalam meningkatkan kapasitas mahasiswa di bidang riset, kemampuan berpikir kritis, dan komunikasi ilmiah.
“Dalam lingkungan akademik global saat ini, kolaborasi seperti ini bukan hanya penting, tetapi menjadi kebutuhan untuk mendorong pemahaman lintas budaya dan kemajuan ilmu pengetahuan,” tutupnya. (*)


