Dorong Gerakan Penghijauan Berbasis Rumah Tangga, Kukerta Berdampak Unri Bagikan 200 Bibit Pohon ke Warga Teluk Piyai

Mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau membagikan 200 bibit pohon kepada 200 rumah di Desa Teluk Piyai, Kabupaten Rokan Hilir. Program "Gerakan Satu Rumah Satu Pohon" menggabungkan aksi penghijauan dengan edukasi lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kelestarian alam.

Dorong Gerakan Penghijauan Berbasis Rumah Tangga, Kukerta Berdampak Unri Bagikan 200 Bibit Pohon ke Warga Teluk Piyai
Sebanyak 200 bibit pohon dibagikan mahasiswa Kukerta Unri kepada 200 rumah di tiga dusun Desa Teluk Piyai melalui program Gerakan Satu Rumah Satu Pohon. (Sumber: Kelompok Kukerta Unri Desa Teluk Piyai)

RINGKASAN BERITA:

  • Sebanyak 200 bibit pohon dibagikan kepada 200 rumah di tiga dusun Desa Teluk Piyai melalui program Gerakan Satu Rumah Satu Pohon.
  • Bibit durian, kemiri, dan jengkol dipilih karena memiliki manfaat ekologis sekaligus potensi ekonomi bagi masyarakat.
  • Mahasiswa tidak hanya membagikan bibit, tetapi juga memberikan edukasi lingkungan dan praktik penanaman bersama warga.

RIAUCERDAS.COM, ROKAN HILIR - Sebanyak 200 rumah di Desa Teluk Piyai, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, menerima bibit pohon dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (Unri) melalui program unggulan bertajuk Gerakan Satu Rumah Satu Pohon.

Kegiatan yang berlangsung pada 29–30 Juni 2026 lalu ini menjadi langkah mendorong partisipasi masyarakat dalam penghijauan lingkungan melalui penanaman pohon di pekarangan rumah.

Program dilaksanakan di tiga dusun, yakni Dusun SK 1, SK 2, dan Sungai Tunggak.

Sebanyak 200 bibit dibagikan kepada 200 kepala keluarga dengan harapan setiap rumah memiliki setidaknya satu pohon yang dapat dirawat secara berkelanjutan.

Bibit yang disalurkan terdiri atas tanaman durian, kemiri, dan jengkol.

Ketiga jenis tanaman tersebut dipilih karena memiliki manfaat bagi lingkungan sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.

Sebelum pendistribusian dilakukan, mahasiswa terlebih dahulu menyiapkan bibit sesuai jenisnya agar proses pembagian berlangsung tertib dan merata.

Selanjutnya, bibit diserahkan langsung kepada warga dari rumah ke rumah.

Selain membagikan bibit, mahasiswa juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya penanaman pohon.

Masyarakat diajak memahami fungsi pohon sebagai penyerap karbon, penghasil oksigen, penyangga lingkungan, serta salah satu cara mencegah degradasi lahan.

Ketua Tim Kukerta Berdampak Universitas Riau, Eka Hidayatullah, mengatakan program tersebut tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah pohon, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

"Melalui program Gerakan Satu Rumah Satu Pohon ini, kami berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dengan memulai langkah sederhana, yaitu menanam dan merawat pohon di pekarangan rumah masing-masing. Pohon memiliki peran penting sebagai penyangga lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi di masa depan," ujarnya dalam rilis, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan juga diisi dengan praktik penanaman bibit bersama masyarakat.

Selama pelaksanaan program, warga menunjukkan antusiasme tinggi dengan berdiskusi mengenai teknik penanaman dan perawatan tanaman. 

Sejumlah warga bahkan menyampaikan keinginan untuk memperoleh lebih dari satu bibit karena tertarik pada berbagai jenis pohon yang dibagikan.

Respons positif masyarakat menjadi indikasi bahwa program penghijauan tersebut mendapat dukungan luas.

Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kepedulian bersama terhadap pelestarian alam di Desa Teluk Piyai.

Melalui Gerakan Satu Rumah Satu Pohon, Tim Kukerta Berdampak Unri berharap masyarakat terus menanam dan merawat pohon sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan.

Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan lingkungan desa yang lebih hijau, asri, dan berkelanjutan. (rls)