Bupati Siak Dapat Energi Segar Tiap ke Kampus
Bupati Siak Dr Afni Zulkifli mengisi akhir pekan dengan memberikan kuliah umum di Universitas Hang Tuah Pekanbaru, mengajak mahasiswa berdialog tentang pembangunan daerah sekaligus mengapresiasi rektor baru kampus yang merupakan putri asli Kabupaten Siak.
RINGKASAN BERITA:
- Rektor baru Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Lita, yang putri asli Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, jadi kebanggaan tersendiri bagi Bupati Afni
- Bupati menegaskan ruang dialog antara pejabat daerah dan mahasiswa penting untuk memperkuat semangat bangun daerah
- Bupati Afni merasa dapat energi segar tiap datang ke kampus.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli, mengawali akhir pekannya bukan dengan beristirahat, melainkan hadir sebagai pembicara kuliah umum di Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Sabtu (11/4/2026).
Forum itu berlangsung dalam suasana dialog interaktif bersama mahasiswa dan civitas akademika kampus.
Afni mengaku selalu mendapat energi segar setiap kali kembali ke lingkungan kampus.
Baginya, ruang diskusi seperti ini bukan sekadar agenda formal, melainkan wadah penting untuk bertukar gagasan dan memperkuat semangat membangun daerah bersama generasi muda.
Mantan jurnalis itu juga menyampaikan rasa bangganya terhadap rektor baru universitas tersebut, Lita, yang merupakan putri asli Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
"Ini menjadi kebanggaan karena ada putri daerah yang dipercaya memimpin perguruan tinggi," ujar Afni.
Ia turut mengapresiasi Badan Eksekutif Mahasiswa dan seluruh sivitas akademika yang memberikan ruang baginya untuk hadir dan berdialog.
Afni menilai keterlibatan aktif mahasiswa dalam diskusi publik adalah kunci lahirnya generasi yang kritis dan siap berkontribusi nyata.
Menjelang akhir acara, Afni mengaku tersentuh oleh pernyataan penutup moderator yang ia anggap sebagai pemantik semangat dalam mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin daerah.
"Sejauh apapun melangkah, akan ada hari untuk pulang dan memberi arti. Masa depan tanah kelahiran tidak ditentukan oleh seberapa jauh kita pergi, tetapi seberapa berani kita kembali dan memberi arti," ujarnya. (*)