Literasi Penting untuk Menghindari Risiko Inovasi Keuangan
Pengukuhan Guru Besar UI menyoroti pentingnya literasi keuangan sebagai kunci menghadapi risiko inovasi keuangan di era digital yang semakin kompleks.
RINGKASAN BERITA:
- Guru Besar UI ingatkan risiko inovasi keuangan di era digital
- Literasi keuangan dinilai kunci cegah keputusan finansial yang salah
- Fenomena FOMO disebut dorong perilaku investasi tidak rasional.
RIAUCERDAS.COM - Pesatnya inovasi di sektor keuangan dinilai tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga menyimpan potensi risiko yang besar bagi masyarakat jika tidak diimbangi dengan pemahaman yang memadai.
Hal ini disampaikan Dony Abdul Chalid dalam orasi ilmiahnya saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI).
Ia menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi kunci utama dalam memitigasi dampak negatif dari perkembangan inovasi keuangan.
Dalam orasi berjudul “Peran Literasi Keuangan dalam Memitigasi Dampak Negatif Inovasi Keuangan”, ia menjelaskan bahwa inovasi keuangan selama ini memang mendorong efisiensi, mempercepat perputaran uang, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi.
Namun, ia mengingatkan bahwa tanpa pemahaman yang cukup, inovasi tersebut justru dapat memicu risiko serius, seperti yang pernah terjadi pada Krisis Keuangan Global 2008.
Perkembangan teknologi seperti digitalisasi, blockchain, dan kecerdasan buatan telah mengubah cara masyarakat mengambil keputusan keuangan.
Kini, seseorang bisa mengakses berbagai produk keuangan dengan mudah tanpa perantara.
"Di satu sisi hal ini memudahkan, tetapi di sisi lain meningkatkan risiko kesalahan, karena keputusan sangat bergantung pada kemampuan individu dalam memahami informasi,” ujarnya dikutip dari laman UI, Minggu (12/4/2026).
Ia juga menyoroti perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin terpengaruh tren seperti FOMO (Fear of Missing Out), serta menurunnya kepercayaan terhadap lembaga keuangan tradisional.
Kondisi ini berpotensi mendorong keputusan investasi yang tidak rasional.
Menurutnya, literasi keuangan tidak hanya mencakup pemahaman produk keuangan, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan secara bijak, bersikap rasional, dan memiliki orientasi jangka panjang demi kesejahteraan finansial.
Pengukuhan yang dipimpin Rektor UI, Heri Hermansyah, di Balai Sidang UI pada Sabtu (4/4/2026) tersebut menjadi penegasan atas kontribusi Prof Dony dalam pengembangan ilmu manajemen keuangan dan perbankan.
Sepanjang kariernya, Prof Dony aktif terlibat dalam berbagai riset dan proyek strategis bersama institusi seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
Melalui kontribusi akademik dan profesionalnya, ia terus mendorong peningkatan literasi keuangan sebagai fondasi penting agar masyarakat lebih siap menghadapi sistem keuangan yang semakin kompleks dan berbasis digital. (*)


