Masjid Istiqlal Fokus Salurkan Hewan Kurban ke Pesantren dan Panti Asuhan saat Iduladha 1447 H
Masjid Istiqlal tahun ini memprioritaskan distribusi hewan kurban kepada pesantren, panti asuhan, perguruan tinggi Islam, dan lembaga binaan. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran daging kurban lebih tertib, aman, dan tepat sasaran.
RINGKASAN BERITA:
- Masjid Istiqlal memprioritaskan distribusi kurban ke pesantren dan panti asuhan.
- Sebanyak 59 sapi dan tujuh kambing telah terkumpul untuk Iduladha 1447 H.
- Sistem penyembelihan di Istiqlal dirancang higienis dan ramah lingkungan tanpa limbah ke sungai.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Masjid Istiqlal menyiapkan pola distribusi hewan kurban berbeda pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah.
Penyaluran daging kurban tahun ini diprioritaskan untuk pesantren, panti asuhan, perguruan tinggi Islam, serta lembaga binaan Istiqlal guna menghindari kerumunan masyarakat di kawasan masjid.
Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar mengatakan hingga Senin (25/5/2026), jumlah hewan kurban yang telah terkumpul mencapai 59 ekor sapi dan tujuh ekor kambing.
“Hari ini sudah terkumpul 59 ekor sapi dan tujuh kambing. Di antaranya berasal dari Presiden, Wakil Presiden, dan sejumlah tokoh masyarakat,” ujar Nasaruddin Umar dalam konferensi pers persiapan Iduladha 1447 H di Jakarta.
Menurutnya, kebijakan distribusi tersebut dipilih agar proses pembagian daging berlangsung lebih aman dan tertib.
“Kami tidak membagikan langsung kepada masyarakat di kawasan Istiqlal untuk menghindari kerumunan dan risiko dorong-dorongan,” jelasnya.
Ia menyebut Masjid Istiqlal kini memiliki fasilitas penyembelihan modern dengan kapasitas besar dan sistem pengelolaan yang higienis.
Dalam sehari, ratusan hewan kurban disebut mampu diproses secara bersamaan.
“Kalau 100 sampai 200 ekor sapi sehari pun insya Allah bisa tertangani,” katanya.
Selain itu, pengelolaan limbah penyembelihan juga menjadi perhatian utama panitia agar tidak mencemari lingkungan sekitar masjid.
“Tidak ada satu tetes pun darah atau limbah yang masuk ke sungai. Semua sudah disiapkan dengan sistem pengelolaan yang baik,” tegas Nasaruddin Umar.
Pada pelaksanaan Iduladha tahun ini, Masjid Istiqlal mengangkat tema “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan”.
Tema tersebut disebut sejalan dengan program Kementerian Agama terkait ekoteologi dan teologi cinta.
“Tema tahun ini terutama dalam khutbah nanti adalah spirit kurban merawat alam dan kemanusiaan. Ini sejalan dengan tema-tema besar Kementerian Agama tentang ekoteologi dan teologi cinta,” ujarnya.
Melalui tema tersebut, masyarakat muslim diharapkan semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan nilai-nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan ibadah kurban.
Nasaruddin Umar juga mengajak jamaah menjaga kebersihan kawasan Masjid Istiqlal dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
“Masjid Istiqlal baru saja mendapat penghargaan dunia karena dinilai efektif, efisien, tertib, dan bersih. Ini harus kita jaga bersama,” kata dia. (*)
What's Your Reaction?