Mahasiswa Teknik Perminyakan UIR Belajar Langsung Proses Produksi Migas di PT APG Westkampar Indonesia
Sebanyak 25 mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau mengikuti field trip ke PT APG Westkampar Indonesia. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai proses produksi minyak dan gas, mulai dari wellstream hingga penyaluran produksi, sebagai implementasi pembelajaran di bangku kuliah.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa Teknik Perminyakan UIR belajar langsung proses produksi migas di PT APG Westkampar Indonesia melalui kegiatan field trip.
- Peserta mengamati tahapan produksi mulai dari wellstream, flowline, manifold, separator hingga storage tank sebagai implementasi pembelajaran di kelas.
- Kegiatan memperkuat kolaborasi antara UIR dan industri migas sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja.
RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Sebanyak 25 mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan Fakultas Teknik Universitas Islam Riau (UIR) memperoleh pengalaman belajar langsung di industri minyak dan gas melalui kegiatan field trip ke PT APG Westkampar Indonesia.
Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat keterkaitan antara pembelajaran akademik dengan praktik operasional di sektor migas.
Kegiatan bertajuk From Wellstream Handling to Production Delivery itu didampingi tiga dosen, yakni Ir. Hj. Fitrianti, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng sebagai pemimpin tim, Ir. Neneng Purnawati, S.T., M.Eng., serta Ir. Idham Khalid, S.T., M.T.
Selama kegiatan berlangsung, para dosen memberikan arahan akademik, membimbing mahasiswa, sekaligus memastikan seluruh rangkaian kunjungan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Field trip tersebut merupakan implementasi Mata Kuliah Fasilitas Operasional Migas yang memungkinkan mahasiswa menghubungkan teori yang dipelajari di ruang kuliah dengan kondisi operasional di lapangan.
Fitrianti menjelaskan, kegiatan field trip ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa mengenai sistem operasional produksi minyak dan gas bumi, khususnya pada fasilitas produksi dan pengolahan awal (surface facilities).
Mahasiswa, tambahnya, memperoleh pemahaman mengenai proses produksi mulai dari fluida yang keluar dari sumur (wellstream), dialirkan melalui flowline dan manifold, diproses di separator, hingga disimpan pada tangki sebelum memasuki tahap penyaluran produksi.
Selain itu, mahasiswa juga berkesempatan mengamati secara langsung berbagai fasilitas utama seperti wellhead, flowline, manifold, separator, storage tank, serta peralatan pendukung lainnya yang menjadi bagian penting dalam sistem produksi migas,” ujar Ketua Tim kegiatan sekaligus Ketua Migas Center UIR ini.
Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa juga memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai penerapan teori di lapangan, meningkatkan kemampuan menganalisis proses produksi migas, serta memperluas wawasan terkait standar operasional industri, budaya kerja profesional, dan aspek Health, Safety, and Environment (HSE).
Menurut Fitrianti, kegiatan serupa juga memberikan manfaat bagi dosen karena menjadi sarana memperkuat pembelajaran berbasis industri, memperbarui pengetahuan mengenai perkembangan teknologi dan sistem operasional migas, serta mempererat hubungan kerja sama antara perguruan tinggi dengan dunia industri.
“Bagi dosen, kegiatan field trip menjadi sarana untuk memperkuat proses pembelajaran berbasis industri, memperbarui wawasan mengenai perkembangan teknologi dan sistem operasional di lapangan, serta mempererat hubungan kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri. Sinergi tersebut sangat penting agar materi pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa selalu relevan dengan perkembangan kebutuhan industri migas,” kata dia.
Sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan, UIR berkomitmen mendukung penyelenggaraan kegiatan pembelajaran berbasis industri, termasuk field trip dan kolaborasi akademik dengan perusahaan di sektor energi.
Melalui kegiatan tersebut, kampus berharap mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi perkembangan industri minyak dan gas bumi. (*)