Perdana, 17 Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi Dilantik

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti melantik 17 kepala Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pertama di Indonesia. Mereka akan memimpin sekolah di berbagai daerah sebagai pelopor model pendidikan untuk mengembangkan talenta unggul peserta didik.

Perdana, 17 Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi Dilantik
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti melantik 17 kepala Sekolah Nasional Terintegrasi pertama yang akan bertugas di berbagai daerah Indonesia. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • Kemendikdasmen melantik 17 kepala Sekolah Nasional Terintegrasi pertama yang akan bertugas di berbagai daerah Indonesia.
  • Abdul Mu'ti menyebut pelantikan ini sebagai tonggak baru dalam sejarah pendidikan nasional untuk mencetak generasi unggul.
  • SNT dirancang sebagai pusat pengembangan talenta dan model pendidikan yang inovatif, adaptif, serta menjadi rujukan peningkatan mutu pendidikan.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai langkah awal penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dengan melantik 17 kepala sekolah perdana yang akan bertugas di berbagai daerah di Indonesia.

Pelantikan yang berlangsung di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, menandai dimulainya pengembangan SNT sebagai satuan pendidikan yang dirancang untuk memberikan layanan sesuai potensi akademik maupun nonakademik peserta didik.

Para kepala sekolah tersebut merupakan hasil seleksi nasional yang dilaksanakan Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan bersama unit terkait di lingkungan Kemendikdasmen.

Sebanyak 17 kepala sekolah akan memimpin SNT di Subulussalam, Banyumas, Otorita Ibu Kota Nusantara, Minahasa Utara, Tidore Kepulauan, Bone Bolango, Bogor, Cianjur, Gowa, Kupang, Tarakan, Donggala, Bolaang Mongondow, Jepara, Buton Tengah, Tebo, dan Tanjung Jabung Timur.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam sejarah pendidikan nasional karena para kepala sekolah yang dilantik akan menjadi pelopor penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi.

"Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan di Indonesia. Saudara-saudara adalah kepala sekolah pertama Sekolah Nasional Terintegrasi yang akan menjadi pelopor dalam menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi generasi unggul Indonesia," terang Abdul Mu'ti dalam rilis, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, SNT dibangun bukan untuk menciptakan pendidikan yang eksklusif, melainkan menjadi ruang belajar yang mampu mengakomodasi karakteristik peserta didik berbakat sekaligus menjadi sekolah rujukan dalam menghadirkan praktik pendidikan terbaik.

"Menjadi pionir tentu tidak selalu mudah, tetapi Bapak dan Ibu akan menjadi bagian dari sejarah pendidikan Indonesia. Saya berharap Saudara-saudara dapat melaksanakan amanah ini dengan penuh dedikasi, kreativitas, dan semangat kolaborasi sehingga Sekolah Nasional Terintegrasi benar-benar menjadi ruang tumbuh bagi generasi terbaik bangsa," ungkapnya.

Semangat membangun pusat pengembangan talenta juga disampaikan Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi 13 Bolaang Mongondow, Budiardjo Mamonto.

Ia menyebut amanah tersebut sebagai kesempatan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui kolaborasi dan pemanfaatan transformasi digital.

"Saya tertarik mengambil tantangan baru untuk bersama-sama memajukan bangsa melalui pendidikan. Kami akan membangun kolaborasi agar pembelajaran di Sekolah Nasional Terintegrasi benar-benar sesuai dengan kebutuhan murid dan mampu mendukung pemerataan pendidikan yang bermutu di Indonesia," kata dia.

Hal senada disampaikan Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi 11 Tarakan, Friny Napasti.

Ia berharap SNT dapat berkembang menjadi pusat pengembangan talenta di daerah yang melahirkan lulusan berkarakter, berprestasi, dan memiliki wawasan global.

"Saya ingin berkontribusi membangun fondasi Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai pusat keunggulan di daerah. Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terus menguat agar visi besar Sekolah Nasional Terintegrasi dapat terwujud," terang Friny.

Kemendikdasmen menilai pelantikan 17 kepala sekolah perdana tersebut menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan talenta unggul Indonesia.

Melalui kepemimpinan para pelopor itu, SNT diharapkan berkembang menjadi model pendidikan yang inovatif, adaptif, berkualitas, serta menjadi rujukan bagi satuan pendidikan lain dalam memberikan layanan belajar sesuai potensi terbaik setiap peserta didik. (*)