Dinsos Kampar Salurkan Alat Bantu hingga Sembako

Dinas Sosial Kampar menyalurkan bansos kepada 136 warga rentan, mencakup sembako dan alat bantu untuk mendorong kemandirian ekonomi.

Dinsos Kampar Salurkan Alat Bantu hingga Sembako
Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kampar menyalurkan bantuan sosial bagi warga. (Sumber: Media Center Kampar)

RINGKASAN BERITA: 

  • 136 warga rentan Kampar menerima bansos dari Dinas Sosial
  • Bantuan tidak hanya sembako, tetapi juga alat produktif seperti mesin jahit
  • Program difokuskan untuk mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat.

RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat rentan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kampar melalui penyaluran bantuan sosial yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif.

Sebanyak 136 penerima manfaat mendapatkan berbagai bantuan, mulai dari sembako hingga alat pendukung usaha.

Penyaluran bansos tersebut dilaksanakan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kampar yang berada di Bangkinang Kota, Rabu (15/4/2026).

Program ini menyasar kelompok masyarakat rentan seperti janda, penyandang disabilitas, lansia, serta anak berkebutuhan khusus.

Kepala Dinas Sosial Kampar, Agustar, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program Bantuan Sosial Atensi Sentra Abiseka dari Kementerian Sosial RI melalui Sentra Abiseka Pekanbaru.

“Dinas Sosial Kabupaten Kampar telah menjalin kerja sama dengan Sentra Abiseka Kemensos RI Pekanbaru untuk memastikan bantuan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat tidak mampu dan kelompok rentan,” ujarnya.

Jenis bantuan yang diberikan cukup beragam, mulai dari kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, susu, dan sarden, hingga alat bantu untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Selain itu, penerima manfaat juga mendapatkan berbagai peralatan produktif seperti kursi roda, mesin jahit, mesin giling tebu, serta perlengkapan tempat tidur seperti kasur.

Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus membuka peluang usaha bagi penerima.

Agustar menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban ekonomi, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas agar tetap produktif.

“Harapan kita, bantuan ini tidak hanya membantu kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat,” pungkasnya. (*)