Hardiknas 2026, Mendikdasmen Tinjau Latihan Paskibra Siswa ADEM dari Daerah 3T
Menjelang Hardiknas 2026, Mendikdasmen Abdul Mu’ti meninjau latihan Paskibra yang diikuti siswa program ADEM dari berbagai daerah. Momentum ini menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.
RINGKASAN BERITA:
- Siswa ADEM dari Papua, 3T, dan luar negeri ikut Paskibra Hardiknas 2026
- Mendikdasmen tekankan pendidikan harus inklusif dan merata
- Kisah inspiratif pelajar dari daerah terpencil hingga repatriasi Malaysia.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, semangat pemerataan pendidikan tercermin dari kehadiran siswa-siswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang mengikuti latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, turun langsung meninjau latihan tersebut di tengah agenda padatnya.
Ia menyapa para peserta satu per satu sekaligus memberikan motivasi kepada siswa yang berasal dari Papua, wilayah 3T, hingga anak pekerja migran yang kini melanjutkan pendidikan di Indonesia melalui program ADEM.
“Melihat anak-anak dari berbagai daerah berkumpul di sini adalah gambaran nyata semangat Indonesia. Mereka datang dengan latar belakang yang berbeda, tetapi dipersatukan oleh cita-cita yang sama,” kata Mu’ti.
Menurutnya, Hardiknas tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat pentingnya membuka akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak bangsa.
Ia menekankan bahwa di balik latihan Paskibra, tersimpan harapan besar dari keluarga dan daerah asal para siswa.
“Di balik latihan Paskibra ini ada mimpi-mimpi besar anak Indonesia. Tugas kita memastikan pendidikan yang bermutu bisa dirasakan seluruh anak Indonesia,” tambahnya dalam rilis, Jumat (1/5/2026).
Para peserta Paskibra tampak berlatih dengan disiplin tinggi. Mereka membawa kisah perjuangan masing-masing, mulai dari wilayah Papua, Kepulauan Mentawai, hingga pelajar repatriasi dari Sabah, Malaysia.
Salah satu peserta, Abbel Christboy Juserial Jufuway, siswa asal Jayapura yang kini bersekolah di SMAN Krida Nusantara, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam upacara Hardiknas.
“Saya merasa bangga karena bisa mewakili teman-teman pelajar dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Dea Novita Saule, siswi asal Kepulauan Mentawai yang kini bersekolah di SMA Negeri 3 Padang.
Ia menilai Hardiknas sebagai momentum untuk mengingat perjuangan menghadirkan pendidikan yang merata.
“Semoga pendidikan di Indonesia semakin berkembang dan menjangkau wilayah pelosok,” tuturnya.
Sementara itu, Nani Asmira, siswi yang sebelumnya bersekolah di Community Learning Center (CLC) Sabah, Malaysia, mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan di Indonesia melalui program ADEM.
Kehadiran para siswa dari berbagai latar belakang ini menjadi simbol kuat bahwa akses pendidikan terus diperluas.
Melalui program afirmasi seperti ADEM, pemerintah berupaya memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan berkualitas. (*)