Komisi X DPR Soroti Rendahnya Angka Kuliah di Toba
Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Dalam kunjungan tersebut, rendahnya Angka Partisipasi Kasar perguruan tinggi di Toba menjadi sorotan, sementara pemerintah mendorong program Sekolah Garuda dan penguatan link and match dengan industri.
RINGKASAN BERITA:
- APK perguruan tinggi di Kabupaten Toba hanya 19,40 persen.
- Pemerintah menyiapkan 20 Sekolah Garuda Baru dan 80 Sekolah Garuda Transformasi hingga 2029.
- Link and match lulusan kampus dengan industri masuk revisi UU Sisdiknas.
RIAUCERDAS.COM, TOBA - Rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Kabupaten Toba menjadi perhatian utama dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di TB Silalahi Center.
Dalam agenda masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026 itu, Komisi X DPR RI mengumpulkan data faktual terkait sektor pendidikan, kebudayaan, pemuda, olahraga, perpustakaan, riset dan inovasi, serta statistik daerah sebagai bahan perumusan kebijakan nasional.
Kunjungan ini juga bertujuan memantau implementasi rekomendasi Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Komisi X DPR RI serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi daerah.
Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kemdiktisaintek, Nur Syarifah, menyatakan pemerintah mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Toba melalui sejumlah program strategis.
Dalam pemerintahan Presiden Prabowo ditetapkan PHTC berupa program sekolah menengah atas unggul Garuda.
Sekolah Garuda, tuturnya, terdiri atas Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi. Sampai dengan tahun 2029 akan dibangun 20 Sekolah Garuda Baru.
"Sedangkan target pengembangan Sekolah Garuda Transformasi sebanyak 80 sekolah sampai dengan tahun 2029,” ujar Nur Syarifah dilansir dari laman Kemdiktisaintek, Jumat (24/4/2026)
Ia juga menyoroti persoalan link and match antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja yang dinilai membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, isu tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dan akan dimasukkan dalam revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), termasuk penguatan kebijakan pendidikan vokasi.
Selain itu, Kemdiktisaintek juga telah meluncurkan program magang berdampak untuk memberi pengalaman industri kepada mahasiswa.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi lulusan sarjana agar sesuai dengan kebutuhan industri.
Sementara itu, pimpinan rombongan Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung peningkatan pendidikan di Kabupaten Toba.
“Komisi X berkomitmen memastikan anak anak di daerah Toba ini melanjutkan pendidikan tinggi,” ujar Kurniasih.
Ia mengungkapkan APK perguruan tinggi di Toba masih tergolong rendah, yakni 19,40 persen.
Artinya, dari 100 lulusan SMA, hanya sekitar 19 orang yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Komisi X DPR RI juga mendukung program link and match untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kualitas tenaga kerja.
Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O Sitorus, menyambut baik kunjungan tersebut dan menilai kegiatan ini akan berdampak positif bagi kemajuan pendidikan di daerahnya.
Ia juga menegaskan komitmen masyarakat Toba terhadap pendidikan anak-anak.
Turut hadir dalam kunjungan itu Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara, serta perwakilan dari Kemendikdasmen, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, BRIN, BPS, dan Perpustakaan Nasional. (*)


