Mendikdasmen Resmikan 6 Ruang Kelas Darurat di Pidie Jaya, Pemulihan Sekolah Pascabanjir Dipacu

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan enam Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMA Negeri 2 Mereudeu, Pidie Jaya, Aceh. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan proses belajar setelah banjir besar yang terjadi pada akhir November 2025.

Mendikdasmen Resmikan 6 Ruang Kelas Darurat di Pidie Jaya, Pemulihan Sekolah Pascabanjir Dipacu
Siswa SMA Negeri 2 Mereudeu tengah belajar di Ruang Kelas Darurat (RKD) yang diresmikan Kemendikdasmen pada Senin (9/3/2026). (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan 6 Ruang Kelas Darurat di SMA Negeri 2 Mereudeu, Pidie Jaya.

  • RKD dibangun sebagai solusi sementara sambil menunggu rekonstruksi gedung sekolah pascabanjir.

  • Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan buku, perlengkapan sekolah, serta bantuan pendidikan Rp25 juta.

RIAUCERDAS.COM, PIDIE JAYA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat pemulihan sektor pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, setelah banjir besar melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

Salah satu langkah konkret dilakukan dengan meresmikan enam Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMA Negeri 2 Mereudeu.

Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam kunjungannya ke sekolah tersebut.

Selain meresmikan RKD, ia juga menyerahkan bantuan buku pembelajaran, perlengkapan sekolah, serta memberikan motivasi kepada para siswa.

"Hari ini saya mengunjungi SMA Negeri 2 Mereudeu di Pidie Jaya untuk meresmikan enam RKD dan membagikan sejumlah bantuan buku serta peralatan sekolah. Ini adalah wujud nyata upaya kami untuk mempercepat proses pembangunan dan rekonstruksi pasca musibah yang melanda di Sumatra, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya," ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, di Kabupaten Pidie Jaya, Senin (9/2/2026).

Menteri Mu’ti menjelaskan, pembangunan ruang kelas darurat dilakukan sebagai solusi sementara sembari menunggu proses rekonstruksi gedung utama sekolah yang terdampak banjir.

"Kami terus mengusahakan agar pelaksanaan rekonstruksi gedung sekolah dapat segera dilakukan. Dan juga ketika gedung sekolah sudah berdiri, RKD dapat dimanfaatkan seperti kantin atau hal lainnya terkait proses pembelajaran," ujar Menteri Mu'ti.

Kepala SMA Negeri 2 Mereudeu, Muhammadiah, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kondisi sekolahnya yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir tersebut.

"Di tengah suasana Bulan Suci Ramadan ini, kami mengucapkan rasa syukur akan peresmian 6 RKD. Kami sangat tersanjung akan kunjungan Menteri Mu'ti, ini menjadi sebuah momentum untuk kami dapat bangkit dan terus lebih baik ke depannya," ujar Diah.

Ia menambahkan bahwa SMA Negeri 2 Mereudeu juga termasuk sekolah yang akan mendapatkan pembangunan gedung baru melalui kerja sama antara Kemendikdasmen dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Seluruh bangunan lama sekolah direncanakan akan diratakan dan kemudian dibangun kembali sesuai desain baru.

"Terima kasih Kemendikdasmen dan Pak Menteri. Semoga seluruh bantuan yang kami dapatkan dapat bermanfaat dengan baik dan menjadi rahmat bagi semua warga sekolah SMA Negeri 2 Mereudeu," terangnya.

Peresmian ruang kelas darurat tersebut juga disambut gembira oleh para siswa. Israqiah, salah satu siswi SMA Negeri 2 Mereudeu, mengatakan sebelumnya kegiatan belajar mengajar berlangsung di tenda darurat dengan alas terpal.

"Saya melihat langsung proses pembangunan RKD ini yang sangat cepat. Ruangannya cukup baik, ada bangku, meja, dan papan tulis. Senang rasanya bisa kembali belajar di ruang kelas," ucap Isra.

Hal serupa diungkapkan oleh Ziadatul Una yang mengaku bersyukur dapat kembali mengikuti pembelajaran di ruang kelas setelah sekian lama belajar dalam kondisi darurat pascabanjir.

"Kami sangat bersyukur untuk semua bantuan yang hari ini kami terima. Semoga pendidikan di kota kami kembali pulih dan kami semua dapat bersekolah dengan aman dan bahagia," tutup Una.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Mu’ti juga menyerahkan Bantuan Pendidikan Tahun 2026 senilai Rp25 juta bagi sekolah.

Secara keseluruhan, di Kabupaten Pidie Jaya terdapat 21 ruang kelas darurat yang tersebar di lima sekolah.

Kemendikdasmen juga mencatat bahwa hingga 6 Maret 2026 telah dilakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 1.642 sekolah di seluruh Indonesia dengan nilai bantuan lebih dari Rp1,741 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.357 sekolah melaksanakan pembangunan secara swakelola, sementara 187 sekolah lainnya dikerjakan melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Darat. (*)