Mendikdasmen Resmikan Puluhan Sekolah Hasil Revitalisasi di Garut, Progres Nasional Capai 95 Persen

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan puluhan satuan pendidikan hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini dinilai mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui perbaikan sarana prasarana yang lebih efisien, akuntabel, dan berdampak langsung pada masyarakat.

Mendikdasmen Resmikan Puluhan Sekolah Hasil Revitalisasi di Garut, Progres Nasional Capai 95 Persen
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan puluhan satuan pendidikan hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Kamis (8/1/2025). (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA : 

  • Progres nasional 95 persen: Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025 hampir rampung dari total 16.171 penerima manfaat.

  • Efisien dan berdampak ekonomi: Sistem swakelola dinilai tepat waktu, akuntabel, dan menggerakkan perekonomian daerah.

  • Penguatan SMK di Garut: Pemerintah menyiapkan SMK berbasis keunggulan lokal, sertifikasi, dan peluang kerja luar negeri.

RIAUCERDAS.COM, GARUT - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menjadi prioritas nasional menunjukkan capaian signifikan dengan progres penyelesaian mencapai 95 persen.

Capaian tersebut ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat meresmikan 15 Sekolah Dasar (SD) serta puluhan satuan pendidikan vokasi, pendidikan khusus, dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026).

Peresmian dilakukan di SMK Ciledug Al Musaddadiyah, Garut. Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut, dinas pendidikan, kepala sekolah, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025.

Ia menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian dari agenda besar transformasi pendidikan untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Menurut Abdul Mu’ti, salah satu indikator pendidikan unggul adalah terpenuhinya sarana dan prasarana yang memadai.

Ia menjelaskan, pelaksanaan revitalisasi pada 2025 dilakukan dengan sistem swakelola terhadap total 16.171 satuan pendidikan penerima manfaat.

Evaluasi menunjukkan sistem tersebut mampu menghasilkan pembangunan yang tepat waktu, lebih efisien, berkualitas, serta akuntabel dalam laporan keuangan.

Selain meningkatkan mutu fisik sekolah, sistem swakelola juga dinilai memberikan dampak ekonomi.

“Sistem ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan mampu menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Abdul Mu’ti.

Khusus di Garut, Mendikdasmen menyoroti tingginya tingkat kewirausahaan masyarakat. Karena itu, peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor kewirausahaan dan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, Kemendikdasmen merancang pengembangan SMK melalui penambahan SMK empat tahun, SMK berbasis keunggulan lokal, SMK berbasis sertifikat, serta penyiapan lulusan SMK untuk bekerja di luar negeri.

Dampak positif revitalisasi dirasakan langsung oleh satuan pendidikan penerima manfaat. Kepala SLB Negeri B Garut, Nia Suniawati, menyampaikan bahwa sekolahnya memperoleh sejumlah ruang baru, seperti ruang administrasi, tata usaha, dan ruang kelas, setelah menunggu bantuan selama bertahun-tahun.

Hal serupa disampaikan Kepala SDN 1 Pasanggrahan Sukawening, Ai Mulyani. Ia menyebut revitalisasi toilet dan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) membuat fasilitas sekolah yang sebelumnya kurang layak kini menjadi bersih dan nyaman digunakan.

Sementara itu, Kepala PKBM An Nabawi Garut, Kokoy Rokayah, menyatakan revitalisasi menjadi wujud mimpi lama warga belajar untuk memiliki sarana prasarana yang aman dan nyaman.

Sebagai tuan rumah peresmian, Kepala SMK Ciledug Al Musaddadiyah, M. Nasrullah Ramdhani, mengungkapkan sekolahnya menerima bantuan revitalisasi senilai Rp1,5 miliar yang meliputi pembangunan laboratorium IPA, laboratorium komputer, ruang kelas baru, dan toilet.

Peresmian ini mencakup puluhan satuan pendidikan, terdiri atas SD, SMP, SMK, PKBM, dan SLB di Kabupaten Garut.

Program tersebut menegaskan komitmen Kemendikdasmen dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, serta berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperluas akses pendidikan bermutu di berbagai daerah. (*)