Dua Siswa MAN Inhil Harumkan Riau di Ajang Pelajar Internasional Malaysia
Prestasi membanggakan diraih siswa madrasah asal Riau. Dua pelajar MAN 1 Indragiri Hilir sukses menyabet medali perak pada International Student Summit (ISS) 2nd Edition di Kuala Lumpur, Malaysia, lewat inovasi di bidang pangan dan teknologi.
RINGKASAN BERITA:
-
Dua siswa MAN 1 Inhil meraih medali perak di ISS Malaysia 2026.
-
Inovasi mengangkat isu ketahanan pangan dan teknologi berbasis AI.
-
Prestasi menegaskan daya saing global siswa madrasah Riau.
RIAUCERDAS.COM, INHIL - Siswa madrasah dari Provinsi Riau kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional.
Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Indragiri Hilir, Nayla Sheril Fawazzah dan Muhammad Reza Umary, berhasil meraih medali perak dalam ajang International Student Summit (ISS) 2nd Edition yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 13–16 Februari 2026.
Keduanya meraih penghargaan pada kategori Favorit Poster dengan bidang berbeda.
Nayla Sheril Fawazzah tampil pada kategori Food, sementara Muhammad Reza Umary berkompetisi di kategori Technology.
Capaian ini menegaskan kemampuan siswa madrasah bersaing di forum pelajar internasional.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut.
Ia menilai keberhasilan siswa MAN 1 Inhil menunjukkan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang inovatif dan kompetitif, tidak hanya di bidang keagamaan tetapi juga sains dan teknologi.
Menurut Muliardi, prestasi ini mencerminkan potensi besar siswa madrasah dalam mengembangkan ide-ide kreatif yang relevan dengan tantangan global, seperti ketahanan pangan dan pemanfaatan teknologi modern.
Ia berharap capaian ini dapat menjadi pemicu semangat bagi siswa madrasah lainnya di Riau untuk terus mengasah kemampuan, meningkatkan kreativitas, serta berani tampil di panggung nasional dan internasional.
Pada kompetisi tersebut, Nayla Sheril Fawazzah mengusung inovasi pangan bertajuk “Green Food RIAU-SAGUPERFOOD: Functional Sago-Spirulina-Moringa Noodles as an Invention for Global Food Security”.
Karya ini mengangkat potensi sagu sebagai pangan lokal Riau yang dikombinasikan dengan spirulina dan moringa untuk menghasilkan produk pangan fungsional berorientasi ketahanan pangan global.
Sementara itu, Muhammad Reza Umary mempresentasikan karya teknologi berjudul “Classification of Images of Pure and Adulterated Pertalite Fuel Using MobileNetV2 and HSV Color Space Transformation”.
Inovasi berbasis kecerdasan buatan ini dirancang untuk mengklasifikasikan kualitas bahan bakar pertalite secara digital dan akurat.
Keberhasilan ini memperkuat citra madrasah sebagai lembaga pendidikan yang adaptif, inovatif, dan mampu mencetak pelajar berprestasi di tingkat dunia. (*)