Siswa Madrasah Tembus Kampus Dunia, 132 LoA Diraih lewat Program MGA

Program Madrasah Goes Abroad (MGA) mencatat kemajuan signifikan. Dari 100 peserta, sebanyak 42 siswa madrasah berhasil mengantongi Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri, dengan total capaian mencapai 132 LoA dari berbagai negara.

Siswa Madrasah Tembus Kampus Dunia, 132 LoA Diraih lewat Program MGA
Ilustrasi siswa madrasah. (Sumber: Diolah dengan AI)

RINGKASAN BERITA:

  • Program MGA mencatat 132 LoA dari kampus luar negeri

  • Australia menjadi tujuan studi terbanyak bagi siswa madrasah

  • Capaian ini menegaskan daya saing global lulusan madrasah

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Akses siswa madrasah ke pendidikan tinggi dunia kian terbuka.

Program Madrasah Goes Abroad (MGA) mencatat hasil konkret dengan diraihnya 132 Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri oleh para pesertanya hingga pertengahan Februari 2026.

Dari total 100 siswa yang mengikuti program tersebut, sebanyak 42 siswa telah mengamankan LoA dari satu atau lebih kampus internasional.

Capaian ini menjadi penanda meningkatnya daya saing lulusan madrasah dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi global.

Australia tercatat sebagai destinasi studi dengan jumlah LoA terbanyak, mencapai 99 LoA.

Kanada menyusul dengan sembilan LoA dari kampus di Toronto.

Sementara itu, perguruan tinggi di kawasan Asia, seperti meliputi Hongkong, Jepang, dan Singapura menyumbang total 16 LoA.

Selain itu, dua LoA diperoleh dari universitas di Amerika Serikat.

Kampus di Eropa, khususnya Belanda dan Inggris, memberikan empat LoA, sedangkan Selandia Baru turut menjadi tujuan studi dengan dua LoA bagi peserta MGA.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama, Nyayu Khodijah, Minggu (15/2/2026) menilai capaian tersebut merupakan buah dari kesiapan akademik siswa yang dipadukan dengan pendampingan intensif selama program berlangsung.

Menurutnya, perolehan LoA juga tidak terlepas dari dukungan Kementerian Agama dalam memfasilitasi proses seleksi, pendampingan akademik, hingga pengurusan administrasi ke perguruan tinggi tujuan.

Ia optimistis jumlah LoA masih akan bertambah karena proses seleksi di sejumlah kampus internasional masih berjalan.

Program Madrasah Goes Abroad merupakan bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang diarahkan untuk memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kualitas lulusan.

Melalui program ini, siswa madrasah didorong memiliki keberanian, kompetensi, dan kesiapan bersaing di tingkat global.

Inisiatif tersebut sekaligus memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang adaptif dan berorientasi masa depan, dengan lulusan yang mampu menembus perguruan tinggi terbaik dunia. (*)