Riau Siaga Darurat Karhutla, Pemprov Minta Bantuan Helikopter dan Modifikasi Cuaca

Pemprov Riau segera mengajukan bantuan helikopter water bombing, patroli udara, dan operasi modifikasi cuaca ke pemerintah pusat setelah menetapkan status siaga darurat Karhutla hingga November 2026.

Riau Siaga Darurat Karhutla, Pemprov Minta Bantuan Helikopter dan Modifikasi Cuaca
Tin gabungan berjibaku memadamkan lahan yang terbakar di Bengkalis beberapa waktu lalu. Pemerintah Provinsi Riau mengajukan permintaan bantuan helikopter water bombing dan modifikasi cuaca untu mengatasi Karhutla di Riau. (Sumber: BPBD Bengkalis)

RINGKASAN BERITA:

  • Pemprov Riau tetapkan siaga darurat Karhutla 13 Februari–30 November 2026.
  • Penetapan dipicu penurunan curah hujan dan munculnya titik kebakaran.
  • Pemprov akan minta dukungan pusat, termasuk helikopter dan modifikasi cuaca.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau akan segera meminta dukungan pemerintah pusat berupa helikopter water bombing, patroli udara, hingga operasi modifikasi cuaca untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2026.

Langkah tersebut diambil setelah Pemprov Riau resmi menetapkan status siaga darurat Karhutla mulai 13 Februari hingga 30 November 2026.

Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, mengatakan pihaknya segera mengirim surat permohonan dukungan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami akan segera kirimkan surat ke pemerintah pusat melalui BNPB untuk meminta dukungan helikopter baik water bombing dan patroli. Termasuk juga kegiatan operasi modifikasi cuaca,” katanya, Jumat (13/2/2026).

Menurut Edy, kebutuhan dukungan udara dinilai penting mengingat potensi Karhutla mulai meningkat seiring penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Riau.

Penetapan status siaga darurat Karhutla sendiri telah disahkan melalui surat keputusan yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.

Status siaga darurat tersebut ditetapkan berdasarkan hasil rapat bersama Forkopimda Riau dan instansi terkait setelah ditemukan kejadian Karhutla di beberapa daerah.

Dengan dukungan helikopter dan modifikasi cuaca, Pemprov Riau berharap upaya pencegahan dan penanganan Karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan efektif sepanjang musim kemarau tahun ini. (*)