BRIN Kembangkan Smart Footwear untuk Analisis Pola Berjalan Berbasis Data
BRIN mengembangkan smart footwear berbasis sensor tekanan dan integrasi cloud untuk menganalisis pola berjalan secara objektif guna mendukung pemantauan kesehatan dan rehabilitasi.
RINGKASAN BERITA:
- Sensor tekanan pada sol sepatu mampu mendeteksi ketidakseimbangan beban kaki secara objektif.
- Data terintegrasi dengan sistem cloud melalui API untuk analisis berkelanjutan.
- Berpotensi mendukung pemantauan kesehatan dan rehabilitasi berbasis data
RIAUCERDAS.COM, BANDUNG - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi berbasis teknologi mekatronika cerdas melalui riset smart footwear yang mampu menganalisis pola berjalan (gait pattern) manusia secara objektif dan terukur.
Teknologi ini berpotensi dimanfaatkan untuk pemantauan kesehatan serta mendukung proses rehabilitasi berbasis data.
Riset tersebut dipaparkan Peneliti Ahli Pertama Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN, Bahrudin dilansir dari situs BRIN, Kamis (12/2/2026).
Smart footwear dirancang menggunakan sensor tekanan yang tertanam pada sol sepatu untuk membaca distribusi gaya tekan pada telapak kaki.
Sensor menangkap tekanan saat kaki menyentuh permukaan tanah, lalu mengirimkan data secara nirkabel ke sistem kendali untuk diolah menjadi informasi pola berjalan.
“Setiap fase berjalan menghasilkan karakteristik tekanan yang berbeda. Dari analisis gait pattern ini, ketidakseimbangan beban antara kaki kanan dan kiri dapat diidentifikasi secara objektif,” jelas Bahrudin.
Ia menjelaskan, ketidakseimbangan beban sering kali tidak disadari karena secara visual seseorang merasa berjalan normal.
Pendekatan berbasis data memungkinkan kondisi tersebut dipantau lebih akurat dibandingkan pengamatan visual.
Perekaman data secara kontinu memungkinkan pola berjalan dipelajari dan dibandingkan dari waktu ke waktu, sehingga membuka peluang pemantauan mobilitas secara lebih terukur.
Teknologi ini telah terintegrasi dengan sistem komunikasi dan cloud melalui application programming interface (API).
Integrasi tersebut memungkinkan data hasil pengukuran ditampilkan, disimpan, dan dianalisis secara sistematis.
Dengan demikian, data tidak hanya menjadi informasi sesaat, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan teknologi pendukung mobilitas di masa mendatang.
Pengembangan riset analisis gait pattern ini merupakan bagian dari upaya PRMC BRIN menghadirkan teknologi mekatronika cerdas yang adaptif dan aplikatif sesuai kebutuhan di lapangan.
Pendekatan tersebut menempatkan teknologi sebagai solusi berbasis data yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup.
“Melalui pengembangan smart footwear, BRIN terus mendorong pemanfaatan riset berbasis data dan teknologi mekatronika cerdas untuk mendukung pemantauan kesehatan dan mobilitas manusia secara lebih terukur dan berkelanjutan,” ujar Bahrudin.
Sementara itu, Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI, Sriyadi, menyampaikan bahwa kunjungan ke BRIN memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami proses riset hingga menghasilkan inovasi yang aplikatif.
“Kegiatan ini menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat proses riset dan inovasi, serta memahami bagaimana hasilnya dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Sriyadi. (*)