TP PKK Dumai Dorong Skrining Kanker Serviks, PTM Disebut Silent Killer Perempuan
Ketua TP PKK Kota Dumai Leni Ramaini mendorong peningkatan kesadaran deteksi dini penyakit tidak menular (PTM), khususnya kanker serviks, dalam kampanye hidup sehat di Dumai. Rendahnya skrining menyebabkan banyak kasus kanker serviks terdeteksi pada stadium lanjut.
RINGKASAN BERITA:
-
Kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan akibat rendahnya skrining dini.
-
PTM disebut sebagai silent killer karena sering muncul tanpa gejala awal.
-
TP PKK Dumai mendorong masyarakat menjadi agen edukasi kesehatan di lingkungannya.
RIAUCERDAS.COM, DUMAI - Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, jantung, dan kanker kini semakin mendominasi ancaman kesehatan masyarakat dan kerap muncul tanpa gejala awal.
Kondisi ini mendorong Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Dumai, Leni Ramaini, untuk menekankan pentingnya deteksi dini kanker serviks melalui skrining kesehatan.
Hal tersebut disampaikan Leni Ramaini dalam Kampanye dan Penggerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat yang digelar di Pustu ILP Laksamana, Jalan Nuri, Dumai, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Dumai.
Dalam arahannya, Leni menyoroti pergeseran pola penyakit di masyarakat, di mana PTM kini menjadi penyebab utama kematian dan dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
“Penyakit-penyakit ini sangat erat kaitannya dengan gaya hidup. Pada pertemuan kali ini, ada tiga jenis penyakit tidak menular yang dilakukan skrining awal, salah satunya kanker serviks,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan.
Rendahnya cakupan skrining dan deteksi dini menyebabkan banyak penderita baru diketahui ketika sudah memasuki stadium lanjut.
“Padahal, kanker serviks dapat dicegah sedini mungkin melalui skrining rutin dan imunisasi HPV,” tegas Leni.
Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kota Dumai berharap peserta tidak hanya memperoleh pemahaman, tetapi juga berperan aktif menyebarkan edukasi kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Kami berharap Bapak dan Ibu dapat menjadi agen informasi bagi keluarga dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular,” tambahnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dokter spesialis, yakni dr. Eva Roswati, M.Ked(PD), Sp.PD yang memaparkan materi penyakit dalam, serta dr. Rendra Saputra, Sp.OG yang menjelaskan kesehatan reproduksi perempuan.
Melalui penguatan edukasi dan skrining, Pemerintah Kota Dumai bersama TP PKK berupaya menekan risiko PTM serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai Syaiful, Kepala BKK Kelas I Dumai Jufrihadi, Camat Dumai Kota, Ketua TP PKK Kecamatan Dumai Kota, para lurah se-Kecamatan Dumai Kota, Kepala Puskesmas Dumai Kota dr. Nia Arandhita, serta perwakilan Jalasenastri dan Bhayangkari. (*)