Setahun Berjalan, Cek Kesehatan Gratis Jangkau 25 Juta Siswa Sekolah
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah berjalan satu tahun menjangkau 25 juta siswa di lebih dari 200 ribu sekolah. Evaluasi menunjukkan temuan dini masalah gigi dan hipertensi, sekaligus memperkuat pentingnya layanan kesehatan preventif bagi anak sekolah.
RINGKASAN BERITA:
- CKG telah menjangkau 25 juta siswa di 202.284 sekolah di seluruh Indonesia.
- Masalah gigi dan gejala hipertensi mulai ditemukan pada anak usia sekolah.
- Program tidak hanya pemeriksaan, tetapi juga disertai tindak lanjut kesehatan.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik yang menjadi salah satu program prioritas Presiden telah memasuki tahun pertama pelaksanaannya.
Hingga kini, program tersebut telah menjangkau sekitar 25 juta siswa di lebih dari 200 ribu sekolah di seluruh Indonesia dan mulai menunjukkan temuan penting terkait kondisi kesehatan anak usia sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meninjau langsung pelaksanaan CKG saat berkunjung ke SMP Kristen IPEKA Sunter, Jakarta Utara, Selasa (10/2/2026).
Dalam kunjungan itu, ia menyaksikan proses pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas Tanjung Priok kepada para siswa.
“Program ini dimaksudkan sebagai bagian dari pelaksanaan program prioritas Bapak Presiden untuk pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk melakukan tracing atau deteksi dini mengenai kesehatan anak-anak yang ada di sekolah-sekolah,” ujarnya.
Menteri Mu’ti menegaskan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar siswa.
Dengan mengetahui kondisi fisik sejak dini, peserta didik diharapkan dapat belajar dengan lebih optimal.
“Tujuannya bukan untuk memberikan punishment atau vonis bahwa anak itu sakit atau apa, tapi memberikan informasi mengenai kebugaran anak-anak kita. Dengan badan yang sehat, mereka akan menjadi generasi yang kuat dan berprestasi,” jelasnya.
Pelaksanaan CKG juga dirasakan langsung manfaatnya oleh para siswa.
Nathan Emmanuel Winoto, salah satu siswa SMP IPEKA Sunter, mengungkapkan bahwa pemeriksaan kesehatan membantunya mengetahui gangguan penglihatan yang dialaminya.
“Salah satunya adalah kondisi mata saya, yang menganjurkan saya untuk segera langsung ke dokter (mata) untuk pengecekan lebih lanjut. Dan, faktanya itu secara langsung membantu saya karena faktanya minus saya bertambah lumayan banyak, sehingga itu membantu saya dalam berbagai aspek, terutama ketika saya belajar karena itu meningkatkan kenyamanan saya untuk belajar,” ujar Nathan.
Sementara itu, Calissta Hendarto mengaku pemeriksaan kesehatan gratis yang diikutinya memberikan dampak positif secara berkelanjutan.
“Terima kasih banyak melalui program ini. Ini kali kedua saya melakukan program ini dan saya merasa sangat terbantu melalui program ini,” imbuh Calissta.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Asnawi Abdullah, memaparkan hasil evaluasi satu tahun pelaksanaan CKG.
Berdasarkan data Kemenkes, masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada anak sekolah adalah gangguan gigi dan gejala hipertensi.
“Tahun ini kita melakukan tidak hanya cek kesehatan, tapi juga follow up-nya. Dari hasil evaluasi, masalah gigi dan hipertensi sudah mulai muncul di anak sekolah. Kita ingin 130 juta masyarakat bisa terlayani untuk menekan beban penyakit katastropik di masa depan,” jelas Asnawi.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, yang turut hadir, menekankan pentingnya membangun kesadaran kesehatan secara preventif di masyarakat.
Ia mengajak masyarakat untuk mulai mengubah pola hidup dan rutin memeriksakan kesehatan sejak dini.
“Periksa lebih cepat, lebih baik,” tegasnya. (*)