Kemenag–DPR Tegaskan Komitmen Naikkan Kesejahteraan Guru Swasta
Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR RI menegaskan komitmen berkelanjutan memperjuangkan kesejahteraan guru swasta madrasah dan pesantren. Isu ini mengemuka dalam kunjungan kerja Komisi VIII DPR di Pondok Pesantren Al Mizan, Majalengka, Jawa Barat.
RINGKASAN BERITA:
-
Kemenag dan Komisi VIII DPR RI menegaskan komitmen memperjuangkan kesejahteraan guru swasta.
-
Jawa Barat dinilai memiliki tantangan besar karena tingginya jumlah guru madrasah dan pesantren.
-
Pesantren Al Mizan menerima bantuan Rp100 juta dari Kemenag.
RIAUCERDAS.COM, MAJALENGKA - Upaya peningkatan kesejahteraan guru swasta kembali menjadi perhatian Kementerian Agama dan DPR RI.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI di Pondok Pesantren Al Mizan, Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Kunjungan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar, itu difokuskan pada penguatan tata kelola pendidikan keagamaan di lingkungan madrasah dan pesantren.
Pertemuan ini juga menjadi ruang dialog antara pemerintah, legislatif, dan para pendidik di daerah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, menyampaikan bahwa Jawa Barat memiliki jumlah madrasah dan pesantren yang besar, seiring dengan tingginya jumlah guru swasta yang mengabdi di dalamnya.
Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan guru menjadi isu krusial.
Dudu mengapresiasi perhatian berkelanjutan Kemenag dan Komisi VIII DPR RI terhadap pendidikan keagamaan di Jawa Barat.
Menurutnya, setiap kunjungan kerja selalu membawa dampak positif bagi pengembangan madrasah dan pesantren.
Ia menegaskan, madrasah dan pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan formal, tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai agama, akidah, dan syariah yang membentuk karakter sosial masyarakat.
Dalam proses tersebut, peran guru menjadi elemen yang tidak terpisahkan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dudu juga menyinggung berbagai upaya konkret yang telah dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk guru honorer di lingkungan madrasah dan pesantren, yang hingga kini terus diperjuangkan oleh Kemenag bersama Komisi VIII DPR RI.
Senada dengan itu, Ansory Siregar menegaskan bahwa persoalan kesejahteraan guru swasta akan tetap menjadi agenda perjuangan DPR.
Ia menilai kontribusi guru madrasah dan pesantren sangat besar bagi pembangunan bangsa, sehingga perlu mendapat perhatian yang adil dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Ansory juga mendorong pengelola madrasah dan pesantren agar terus berinovasi menghadapi tantangan pendidikan.
Ia berharap lulusan madrasah mampu bersaing secara kompetitif dengan lulusan sekolah umum lainnya.
Di sela kegiatan, Kementerian Agama melalui Kasubdit Muadalah dan Diniyah Formal Direktorat Pesantren, Endi Suhendi, turut menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta kepada Pondok Pesantren Al Mizan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan tata kelola dan layanan pendidikan pesantren. (*)