Kemenag Jajaki Skema Beasiswa Madrasah ke Australia, Gandeng Adelaide University
Kementerian Agama membuka peluang baru bagi lulusan madrasah menembus pendidikan tinggi dunia. Melalui pembahasan kerja sama dengan Adelaide University, Australia, Kemenag menyiapkan skema beasiswa bersama dan kolaborasi riset lintas negara.
RINGKASAN BERITA:
-
Kemenag dan Adelaide University membahas skema beasiswa bersama bagi mahasiswa madrasah.
-
Kerja sama mencakup jenjang sarjana, pascasarjana, hingga kolaborasi riset.
-
Inisiatif ini memperkuat program Madrasah Goes Abroad menuju pendidikan berdaya saing global.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) semakin serius membawa pendidikan madrasah ke level global.
Terbaru, Kemenag membahas peluang beasiswa internasional dan kerja sama akademik dengan Adelaide University, salah satu perguruan tinggi ternama di Australia Selatan.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan resmi di kampus Adelaide University pada Kamis (12/2/2026).
Agenda ini menjadi langkah strategis Kemenag dalam memperluas akses siswa madrasah ke pendidikan tinggi luar negeri melalui skema pendanaan bersama atau co-funding.
Delegasi Kemenag dipimpin Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah.
Ia didampingi Ketua Tim Beasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Puspenma Kemenag RI, Siti Maria Ulfa, serta Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Fattah Palembang, Ria Agustina.
Rombongan Kemenag diterima langsung oleh Deputy Vice Chancellor International and External Engagement Adelaide University, Prof. Jessica Gallagher.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan rencana Nota Kesepahaman (MoU) yang akan menjadi dasar kerja sama pendidikan jangka panjang.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah pembukaan peluang beasiswa bagi mahasiswa program sarjana (undergraduate), dengan pembiayaan yang ditanggung bersama oleh Kemenag dan Adelaide University.
Skema ini dinilai dapat memperluas kesempatan bagi siswa madrasah berprestasi untuk mengenyam pendidikan internasional.
Nyayu Khodijah menegaskan, kerja sama ini merupakan upaya konkret membuka jalan global bagi lulusan madrasah.
Menurutnya, madrasah memiliki potensi akademik yang tidak kalah bersaing dan perlu didukung dengan akses pendidikan kelas dunia.
Selain jenjang sarjana, Kemenag dan Adelaide University juga menjajaki pengembangan program pascasarjana serta kolaborasi riset.
Kerja sama ini diharapkan mendorong peningkatan mutu pendidikan madrasah melalui pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas dosen, dan pengembangan riset bersama.
Inisiatif ini sejalan dengan program Madrasah Goes Abroad yang tengah digencarkan Kemenag.
Program tersebut tidak hanya menargetkan pengiriman mahasiswa ke luar negeri, tetapi juga membangun kemitraan global yang berkelanjutan untuk memperkuat posisi madrasah dalam ekosistem pendidikan internasional.
Melalui langkah ini, Kemenag menegaskan arah transformasi pendidikan madrasah yang semakin terbuka, adaptif, dan berorientasi masa depan, sekaligus memperluas peran madrasah Indonesia di panggung pendidikan dunia. (*)