Jelang Setahun Menjabat, Wali Kota Pekanbaru Klaim Utang Rp470 Miliar Lunas dan Infrastruktur Tetap Jalan
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memaparkan capaian jelang setahun menjabat, termasuk pelunasan utang Rp470 miliar, pembangunan jalan 42 km, serta program strategis seperti Satu ASN Satu RW dan rencana kenaikan honor RT/RW.
RINGKASAN BERITA:
- Pemko klaim utang Rp470 miliar lunas sekaligus bangun infrastruktur.
- Program Satu ASN Satu RW jadi penghubung langsung warga dengan wali kota.
- Honor RT/RW direncanakan naik, peran mereka disebut kunci pembangunan.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Menjelang genap satu tahun kepemimpinannya, Wali Kota Agung Nugroho memaparkan capaian utama pembangunan di Pekanbaru, termasuk pelunasan utang daerah Rp470 miliar sekaligus pembangunan infrastruktur.
Pernyataan itu disampaikan dalam silaturahmi bersama ketua RT dan RW dari tujuh kecamatan di rumah dinas wali kota, Sabtu (14/2/2026).
Agung menyebut, sejak dilantik pada 20 Februari 2025 bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar, pemerintah kota menghadapi tantangan berat berupa utang daerah dan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Meski demikian, ia mengklaim tantangan tersebut berhasil diatasi.
“Utang sebesar Rp470 miliar itu tidak hanya lunas tahun ini. Tetapi, kami juga mampu membangun infrastruktur,” ujarnya.
Ia merinci sejumlah capaian, di antaranya pembangunan jalan sepanjang 42 kilometer, pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), serta pembiayaan pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya putus sekolah.
Menurutnya, program pendidikan akan terus dilanjutkan bersamaan dengan upaya penuntasan stunting dan pembaruan data penerima bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
Agung juga menyoroti program Satu ASN Satu RW, yang menempatkan aparatur sipil negara sebagai penghubung langsung antara warga dan wali kota.
Program ini bertujuan mempercepat penyampaian aspirasi masyarakat tanpa mengurangi peran ketua RT dan RW.
“ASN ini bukan untuk menggantikan peran ketua RW dan RT, melainkan menjadi akses langsung kepada saya. Mereka adalah perpanjangan tangan pemerintah di tengah masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan peran strategis ketua RT dan RW sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat bawah.
Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diingatkan untuk tidak meremehkan peran mereka dalam mendukung program pembangunan.
Selain itu, Agung berjanji akan meninjau kenaikan honorarium ketua RT dan RW tahun ini.
Ia meminta Sekretaris Daerah segera mengkaji skema peningkatan honor, sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong di masyarakat.
Menurutnya, Pekanbaru kini berkembang sebagai kota metropolitan dengan nilai investasi yang terus meningkat.
Ke depan, pemerintah kota akan fokus meningkatkan pendapatan daerah dengan melibatkan peran aktif RT dan RW, demi menjaga lingkungan, memperkuat kebersamaan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*)