Karhutla Awal 2026 di Riau Tembus 1.041 Hektare, 11 Daerah Terdampak

Karhutla awal 2026 di Riau mencapai lebih dari 1.041 hektare dan terjadi di 11 daerah. Pelalawan menjadi wilayah paling terdampak, sementara upaya penanganan dilakukan melalui tim gabungan dan operasi modifikasi cuaca.

Karhutla Awal 2026 di Riau Tembus 1.041 Hektare, 11 Daerah Terdampak
seorang personel gabungan yang turut memadamkan api di Pelalawan beberapa hari lalu. BPBD Riau merilis luas lahan yang terbakar akibat Karhutla tembus 1.041 hektare per Minggu (22/2/2026) ini. (Sumber: BPBD Pelalawan)

RINGKASAN BERITA:

  • Karhutla Riau mencapai 1.041,74 hektare di 11 kabupaten/kota.

  • Pelalawan mencatat luasan terbakar terbesar, disusul Bengkalis dan Inhil.

  • Penanganan dilakukan lewat tim gabungan dan OMC di wilayah pesisir.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada awal 2026 telah meluas hingga 1.041,74 hektare dan terjadi di 11 kabupaten/kota.

Data tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau per Minggu (22/2/2026).

Kabid Kedaruratan BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, menyebutkan wilayah terdampak meliputi Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Kota Dumai, dan Pekanbaru.

“Total luasan karhutla mencapai 1.041,74 hektare di 11 daerah,” ujarnya.

Berdasarkan rincian data, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan luasan terbakar terbesar yakni 612,30 hektare.

Disusul Bengkalis 201,01 hektare, Indragiri Hilir 64,70 hektare, dan Siak 63,53 hektare.

Sementara daerah lain seperti Dumai, Pekanbaru, Kampar, dan Kepulauan Meranti mencatat luasan lebih kecil.

Selain luasan kebakaran, BPBD juga mencatat 1.849 hotspot atau titik panas dengan 128 titik api terpantau di berbagai wilayah.

Meski demikian, tim gabungan melaporkan sebagian besar kebakaran telah berhasil dikendalikan.

Hujan yang turun merata dalam beberapa hari terakhir turut membantu proses pemadaman di lapangan.

Penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD kabupaten/kota, TNI-Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api, hingga pihak perusahaan.

Saat ini, Provinsi Riau juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla guna memperkuat langkah antisipasi dan penanganan di daerah rawan.

Selain upaya darat, pemerintah juga menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah pesisir. Penyemaian garam dilakukan di Kabupaten Siak, Indragiri Hilir, dan Bengkalis dengan total sekitar 7 ton NaCl untuk memicu hujan buatan. (*)