5 Ton Garam Disemai dari Udara, Riau Genjot Hujan Buatan Tekan Karhutla
Riau menyemai 5 ton garam lewat operasi hujan buatan untuk menekan karhutla. Langkah ini dilakukan di tengah meluasnya kebakaran yang telah mencapai 417,94 hektare.
RINGKASAN BERITA:
- Lima ton garam disemai lewat Operasi Modifikasi Cuaca di Riau.
- Total lahan terbakar mencapai 417,94 hektare, terbanyak di Bengkalis.
- Status siaga darurat karhutla berlaku hingga November 2026.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Upaya menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus digenjot.
Pemerintah telah menyemai lima ton garam melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan di wilayah rawan kebakaran.
Langkah ini dilakukan dengan menargetkan area yang memiliki potensi awan hujan.
Operasi dilakukan bertahap berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer di lapangan.
Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur menjelaskan, penyemaian dilakukan menyesuaikan potensi awan yang terpantau.
“Sejak Senin lalu total sudah lima ton garam yang disemai. Hari ini kita laksanakan dengan satu kali penerbangan atau sortie penyemaian awan di Teluk Meranti,” ujarnya, Jum'at (20/2/2026).
Operasi modifikasi cuaca ini menggunakan pesawat milik BNPB jenis Cessna Grand Caravan 208B dengan nomor registrasi PK-AKR.
Pesawat dikerahkan untuk menyemai bahan semai pada awan potensial hujan di wilayah target.
Menurut Jim, OMC tidak hanya bertujuan memadamkan titik api, tetapi juga membasahi lahan gambut agar tidak mudah terbakar kembali.
Langkah ini dinilai penting di tengah kecenderungan penurunan curah hujan berdasarkan prakiraan BMKG.
Operasi ini direncanakan berlangsung selama satu pekan dengan total ketersediaan bahan semai sekitar 8.500 kilogram.
"Diharapkan, melalui OMC dan upaya pemadaman di lapangan, potensi meluasnya kebakaran serta dampak kabut asap dapat ditekan sedini mungkin," katanya.
Data BPBD menunjukkan total luas lahan terbakar di Riau telah mencapai 417,94 hektare yang tersebar di hampir seluruh daerah.
Wilayah dengan kebakaran terluas berada di Bengkalis mencapai 196,01 hektare, disusul Indragiri Hilir 59,70 hektare, Pelalawan 47,50 hektare, dan Dumai 29,52 hektare.
Kebakaran juga tercatat di Kampar 29,50 hektare, Siak 20,53 hektare, Pekanbaru 14,08 hektare, Rokan Hilir 10 hektare, serta Kepulauan Meranti 8,40 hektare.
Pemerintah Provinsi Riau sendiri telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 13 Februari hingga 30 November 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kering. (*)