Waspada! Minuman Manis Saat Berbuka Bisa Picu Penyakit, Pakar IPB Ungkap Risikonya
Minuman manis saat berbuka bisa berdampak buruk jika dikonsumsi berlebihan. Pakar IPB mengingatkan batas gula harian hanya 50 gram dan menyarankan alternatif berbuka yang lebih sehat.
RINGKASAN BERITA:
- Minuman manis berlebihan bisa picu obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
- Batas konsumsi gula harian maksimal 50 gram.
- Alternatif sehat: air kelapa, jus tanpa gula, dan kurma secukupnya.
RIAUCERDAS.COM - Segelas minuman manis saat berbuka memang terasa menyegarkan setelah seharian berpuasa.
Namun di balik sensasi segar itu, konsumsi gula berlebihan justru bisa memicu berbagai gangguan kesehatan jika tidak dikontrol.
Profesor Ilmu Gizi Pangan IPB University sekaligus pakar human nutrition, Budi Setiawan, mengungkapkan bahwa kebiasaan berbuka dengan makanan dan minuman manis berkaitan erat dengan turunnya kadar gula darah selama puasa.
“Selain sebagai sumber energi, kecenderungan mengonsumsi makanan atau minuman manis saat berbuka bertujuan untuk segera mengembalikan kadar gula darah yang menurun selama berpuasa,” ungkap dosen di Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University ini.
Ia menjelaskan, konsumsi makanan manis juga dapat memicu rasa bahagia karena meningkatkan hormon serotonin.
Namun, kebiasaan ini perlu dikendalikan agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.
Prof Budi menegaskan bahwa gula termasuk komponen yang harus dibatasi dalam piramida gizi seimbang.
Berdasarkan pedoman konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL), batas konsumsi gula harian hanya 50 gram atau setara empat sendok makan.
“Konsumsi apa pun kalau berlebihan tentu saja tidak baik, makanya pedomannya adalah gizi seimbang,” tegasnya dikutip dari situs IPB University, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, minuman manis berlebihan saat berbuka atau sahur dapat membuat perut cepat kenyang sehingga mengurangi asupan makanan bergizi lain seperti sayur, buah, dan protein.
Dampaknya tidak hanya pada kualitas gizi, tetapi juga kesehatan jangka panjang.
Asupan gula berlebih dapat meningkatkan risiko karies gigi dan kenaikan berat badan.
Bahkan, bagi kelompok rentan, dampaknya bisa lebih serius.
“Untuk penderita diabetes mellitus (DM), kadar gulanya harus dijaga. Konsumsi gula berlebih dalam tubuh pada gilirannya dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah yang berisiko bagi penderita penyakit jantung. Bisa juga terjadi gangguan pencernaan akibat meningkatnya asam lambung,” jelasnya.
Sebagai pilihan lebih sehat, Prof Budi menyarankan minuman alami seperti air kelapa muda atau jus buah dan sayur tanpa tambahan gula.
Buah manis alami seperti kurma juga dianjurkan sebagai alternatif, namun tetap dalam jumlah terbatas.
Ia menekankan konsumsi kurma tidak boleh berlebihan.
“Akan tetapi, tentu saja tidak boleh berlebihan, cukup satu atau tiga butir saja,” kata Prof Budi. (*)