Kemenag Salurkan Bantuan Rp200 Juta ke Dua Pesantren, Dorong Kemandirian Ekonomi
Kemenag menyalurkan bantuan Rp200 juta kepada dua pesantren di Surakarta sebagai stimulus penguatan infrastruktur dan kemandirian ekonomi. Program lanjutan berupa sertifikasi guru dan dosen pesantren juga disiapkan.
RINGKASAN BERITA:
- Dua pesantren di Surakarta masing-masing menerima bantuan Rp100 juta.
- Bantuan ditujukan untuk penguatan infrastruktur dan usaha pesantren.
- Kemenag siapkan program sertifikasi guru dan dosen pesantren.
RIAUCERDAS.COM, SURAKARTA - Pemerintah menyalurkan bantuan sarana prasarana bagi dua pondok pesantren besar di Surakarta.
Masing-masing pesantren menerima Rp100 juta dari Kementerian Agama sebagai stimulus penguatan infrastruktur dan kemandirian ekonomi pesantren.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Anggota Komisi VIII DPR RI dalam rangkaian kunjungan kerja reses.
Dua pesantren penerima yakni Pondok Pesantren Ta’mirul Islam dan Pondok Pesantren Al Muayyad.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama, Basnang Said, mengatakan bantuan tersebut bersifat stimulan untuk memperkuat fasilitas pesantren.
"Harapannya, bantuan ini menjadi stimulan bagi kedua pondok pesantren tersebut. Meskipun secara nominal tentu tidak cukup untuk meng-cover seluruh kebutuhan, namun ini adalah bentuk kehadiran negara dan komitmen awal kami," ujar Basnang Said, Jumat (20/2/2026).
Basnang menjelaskan, kedua pesantren dipilih karena sebelumnya telah mengikuti program Inkubasi Bisnis Pesantren Kemenag.
Program ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi lembaga pendidikan berbasis pesantren.
"Kedua pondok ini sudah masuk dalam program inkubasi bisnis. Kami berharap bantuan tambahan ini dapat digunakan sebagai modal pengembangan usaha, seperti pembangunan pertokoan atau minimarket pesantren, guna memperkuat kemandirian ekonomi pondok," ungkap dia.
Selain bantuan fisik, Kemenag juga menyiapkan penguatan sumber daya manusia pesantren.
Salah satunya melalui perluasan program sertifikasi tenaga pendidik di lingkungan pesantren.
"Hari ini spesifik bantuan prasarana. Namun ke depan, kami akan menyiapkan program sertifikasi bagi para guru pesantren, baik yang mengajar di jalur formal maupun sertifikasi bagi ustadz-ustadzah pada jalur pendidikan Muadalah," jelas Basnang.
Kemenag juga memberi perhatian pada pendidikan tinggi pesantren atau Ma’had Aly.
Program sertifikasi dosen disiapkan untuk meningkatkan kualitas sekaligus kesejahteraan tenaga pengajar.
"Bagi dosen-dosen yang mengabdi di Ma’had Aly, ke depan juga akan ada program sertifikasi dosen sebagai upaya kita meningkatkan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik di lingkungan pesantren secara berkelanjutan," ujar dia.
Acara tersebut turut dihadiri pimpinan Komisi VIII DPR RI, mitra kerja Komisi VIII, Direktur Jaminan Produk Halal Fuad Nassar, serta Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab. (*)