Kemenag Salurkan Rp19,3 Miliar untuk Pemulihan Fasilitas Keagamaan dan Pendidikan Terdampak Bencana di Aceh
Kemenag menyalurkan bantuan Rp19,3 miliar untuk pemulihan fasilitas keagamaan dan pendidikan terdampak bencana di Aceh, mencakup bantuan lembaga, mahasiswa, dan distribusi logistik darurat.
RINGKASAN BERITA:
- Total bantuan mencapai Rp19,3 miliar untuk pemulihan pascabencana di Aceh.
- Dana disalurkan ke madrasah, pesantren, mahasiswa, dan fasilitas keagamaan.
- Lebih dari 1.800 fasilitas keagamaan dan pendidikan tercatat terdampak.
RIAUCERDAS.COM, ACEH - Kementerian Agama menyalurkan bantuan penanganan bencana senilai Rp19,3 miliar untuk mendukung pemulihan fasilitas keagamaan dan pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh selama masa tanggap darurat.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh berdasarkan hasil pendataan dan analisis JITUPASNA (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana).
Dari total anggaran tersebut, Rp4,42 miliar dikelola langsung oleh Kanwil Kemenag Aceh untuk kebutuhan darurat di lapangan.
Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Azhar, mengatakan dana tersebut digunakan untuk pengadaan logistik, alat kebersihan, operasional relawan, perangkat komunikasi termasuk internet satelit Starlink, hingga bantuan bagi mahasiswa terdampak.
“Kita gunakan untuk mendukung pengadaan logistik, alat kebersihan, operasional relawan, perangkat internet satelit Starlink, serta bantuan bagi mahasiswa terdampak,” ujarnya di Banda Aceh, Senin (16/2/2026).
Sementara itu, bantuan sebesar Rp14,9 miliar disalurkan langsung oleh Kementerian Agama Republik Indonesia ke rekening lembaga penerima, meliputi 131 madrasah swasta dan 18 pondok pesantren, masing-masing memperoleh Rp100 juta per lembaga.
Khairul merinci, Rp1,3 miliar disalurkan ke kantor Kemenag kabupaten/kota terdampak untuk kebutuhan darurat seperti logistik awal, operasional lapangan, pembersihan, dan bantuan langsung.
Selain itu, Rp244,5 juta dialokasikan untuk kebutuhan pokok korban, Rp71 juta untuk pengadaan perangkat teknologi dan komunikasi, Rp172,3 juta untuk operasional relawan dan perbaikan sarana prasarana, serta Rp15,8 juta untuk distribusi bantuan.
Selain bantuan berbasis institusi, Kemenag juga menyalurkan bantuan sosial bagi mahasiswa terdampak melalui skema dana Islamic Trust Fund Infag.
Total Rp2,35 miliar disalurkan kepada 11.772 mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan Swasta, masing-masing menerima Rp200 ribu.
Kanwil Kemenag Aceh juga menyalurkan bantuan barang ke 169 madrasah negeri dan 5 ribu Al-Qur’an ke berbagai kabupaten/kota.
Bantuan tersebut meliputi tenda darurat, genset, pompa air, alat kebersihan, hingga perlengkapan belajar.
Pendataan Kemenag mencatat sebanyak 1.842 fasilitas terdampak bencana di Aceh, terdiri atas 472 madrasah, 391 pesantren atau dayah, 896 rumah ibadah lintas agama, 79 Kantor Urusan Agama, dan empat kantor Kemenag kabupaten/kota.
Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan kerusakan tertinggi, disusul sejumlah daerah lain seperti Aceh Tamiang.
Hingga kini, masih terdapat Rp255 juta tersimpan di rekening tanggap bencana yang akan digunakan untuk kebutuhan pemulihan lanjutan yang belum terakomodasi. (*)