Menteri Brian Tegaskan PTS dan PTN Setara dalam Pengembangan SDM dan Riset
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan tidak ada perbedaan antara perguruan tinggi negeri dan swasta dalam pembangunan sumber daya manusia, riset, dan inovasi nasional. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Surabaya.
RINGKASAN BERITA:
- Menteri Brian menegaskan PTS dan PTN memiliki peran setara dalam pembangunan SDM dan riset nasional.
- Proposal hibah penelitian meningkat tiga kali lipat setelah aturan honorarium penelitian diberlakukan.
- Umsura mengembangkan program double degree dan riset AI untuk deteksi hama pertanian.
RIAUCERDAS.COM, SURABAYA - Pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat peran Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sebagai bagian penting dalam pembangunan pendidikan tinggi nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menilai PTS dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memiliki posisi setara dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan mendorong inovasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Brian saat melakukan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (9/5/2026).
Dalam arahannya, Brian menegaskan pemerintah terus menjaga keseimbangan ekosistem pendidikan tinggi dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi swasta.
“Kita tidak pernah membedakan PTN dan PTS. Semuanya adalah ujung tombak pembangunan SDM unggul kita di masa depan serta ujung tombak riset dan inovasi,” ujar Brian.
Menurutnya, tantangan peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi saat ini bukan hanya soal daya tampung kampus, melainkan juga dipengaruhi kemampuan masyarakat dalam mengakses pendidikan tinggi.
“Permasalahannya sesungguhnya bukan karena PTN yang menerima banyak mahasiswa, tetapi karena memang kemampuan untuk pergi higher education ini masih belum sepenuhnya terdorong oleh industrialisasi,” kata dia.
Dalam dialog bersama pimpinan perguruan tinggi, Brian juga mengungkapkan peningkatan signifikan jumlah proposal hibah penelitian tahun ini.
Kenaikan itu terjadi setelah pemerintah memperbolehkan alokasi honorarium dalam kegiatan penelitian.
“Jumlah pendaftar tahun ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu setelah kita membuat aturan memperbolehkan adanya honor 25%,” ungkap Menteri Brian.
Selain itu, ia mendorong kampus memperkuat kolaborasi dengan dunia industri dan menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi di lingkungan perguruan tinggi.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Mundakir, menyambut baik kebijakan pemerintah yang dinilai memberi dampak positif terhadap peningkatan minat calon mahasiswa.
“Alhamdulillah ini tren-nya kami lihat jumlah mahasiswa atau peminat yang daftar jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” ujar Mundakir.
Ia menambahkan, Umsura terus memperkuat internasionalisasi kampus melalui program double degree dengan perguruan tinggi di Taiwan.
Selain itu, pengembangan riset berbasis teknologi juga terus dilakukan, termasuk inovasi kecerdasan artifisial untuk deteksi hama pertanian. (*)