Beasiswa Riau 2026 Capai Rp62 Miliar, 3.644 Mahasiswa Terima Dukungan Pemprov
Pemerintah Provinsi Riau telah menyalurkan beasiswa senilai Rp62 miliar kepada 3.644 mahasiswa pada 2026. Sekdaprov Riau Syahrial Abdi menegaskan program ini merupakan investasi pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
RINGKASAN BERITA:
- Pemprov Riau mengalokasikan Rp62 miliar untuk beasiswa 3.644 mahasiswa pada 2026.
- Beasiswa diposisikan sebagai investasi pembangunan daerah melalui peningkatan SDM.
- Pemerintah mendorong kolaborasi pembiayaan pendidikan dari APBD, APBN, dan lembaga lain.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa.
Pada tahun 2026, Pemprov Riau telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp62 miliar untuk beasiswa yang diberikan kepada 3.644 mahasiswa.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi ketika hadir dalam Wisuda XXX Program Pascasarjana, Sarjana dan Diploma III di Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) pada Sabtu (9/5/2026).
Syahrial mengatakan bahwa program beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan bagian dari investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.
“Bagi kami, beasiswa bukan sekadar bantuan pendidikan. Ini adalah investasi pembangunan daerah, karena kami ingin sebanyak-banyaknya anak Riau memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik,” ujar Syahrial.
Ia menjelaskan, melalui program ini, pemerintah berharap para penerima beasiswa memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja sekaligus mampu berkontribusi dalam transformasi ekonomi daerah ke depan.
Menurutnya, meskipun anggaran Rp62 miliar berasal dari APBD, pemerintah daerah juga terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak untuk memperluas akses pembiayaan pendidikan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan sumber pendanaan lain, termasuk dari pemerintah pusat dan lembaga terkait.
Salah satu peluang yang dimanfaatkan adalah kuota beasiswa dari sektor lain, seperti dari Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) yang mengelola dana dari peekebunan kelapa sawit nasional.
Dari sekitar 4.000 kuota beasiswa yang tersedia, mahasiswa asal Riau turut memperoleh kesempatan mendapatkan dukungan pendidikan, termasuk biaya hidup dan kebutuhan studi lainnya.
Syahrial menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama pembangunan daerah ke depan.
Ia menyebutkan bahwa pembangunan tidak lagi hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi sangat ditentukan oleh kapasitas dan kualitas manusia.
Karena itu, ia mendorong para lulusan perguruan tinggi untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, menghadirkan inovasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Pembangunan wilayah ke depan tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam. Yang paling menentukan adalah kualitas sumber daya manusianya,” tegasnya. (*)