Mendiktisaintek Dorong Kampus Ekonomi Perkuat Riset dan Inovasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Mendiktisaintek Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi ekonomi dan bisnis memperkuat kolaborasi riset, inovasi, dan pengembangan SDM agar lebih relevan dengan kebutuhan industri serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Mendiktisaintek Dorong Kampus Ekonomi Perkuat Riset dan Inovasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Mendiktisaintek, Brian Yuliarto menerima audiensi Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) dari berbagai perguruan tinggi, Jumat (8/5/2026). (Sumber: Kemdiktisaintek)

RINGKASAN BERITA: 

  • Mendiktisaintek meminta kampus ekonomi menghasilkan riset yang berdampak bagi industri dan masyarakat.
  • Perguruan tinggi didorong memperkuat kolaborasi lintas kampus dan lintas disiplin ilmu.
  • Hilirisasi riset dan penguatan kewirausahaan kampus menjadi fokus pengembangan pendidikan tinggi.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi ekonomi dan bisnis agar tidak hanya fokus pada publikasi akademik, tetapi juga menghasilkan riset yang berdampak langsung bagi pembangunan ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, saat menerima audiensi Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) dari berbagai perguruan tinggi, Jumat (8/5/2026).

Dalam pertemuan itu, pembahasan difokuskan pada penguatan peran perguruan tinggi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga peningkatan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Brian menegaskan perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai motor inovasi dan penguatan daya saing bangsa.

Karena itu, ia menilai kolaborasi lintas kampus, disiplin ilmu, pemerintah, industri, dan masyarakat perlu diperkuat agar hasil riset lebih aplikatif.

“Target pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan pemerataan dan penguatan kualitas SDM. Karena itu, pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan talenta, riset, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia ke depan,” kata Brian.

Diskusi juga menyoroti perlunya penguatan budaya kolaborasi antarperguruan tinggi ekonomi dan bisnis dengan memanfaatkan karakteristik serta potensi unggulan di setiap daerah.

Peserta audiensi menilai riset kampus seharusnya mampu berkontribusi dalam pengembangan kebijakan publik, penguatan sektor industri, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, pembangunan pendidikan tinggi dinilai perlu mempertimbangkan potensi lokal dan kebutuhan masing-masing wilayah agar inovasi yang dihasilkan lebih tepat sasaran.

Menanggapi hal tersebut, Brian menyampaikan transformasi pendidikan tinggi harus diarahkan agar semakin responsif terhadap perkembangan global dan kebutuhan pembangunan nasional.

Ia menekankan pentingnya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan inovasi, kolaborasi, dan kewirausahaan.

Pembahasan turut menyinggung pentingnya hilirisasi hasil riset perguruan tinggi agar memberikan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.

Kampus juga didorong memperkuat ekosistem inovasi dan kewirausahaan untuk mendukung pengembangan produk berbasis riset yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun dunia industri.

Melalui dialog tersebut, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya membuka ruang kolaborasi bersama perguruan tinggi dalam memperkuat kontribusi akademisi terhadap kemajuan bangsa. (*)