Kemenag Buka Beasiswa Akselerasi Santri, S1-S2 Bisa Ditempuh 4 Tahun
Kementerian Agama meluncurkan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 skema akselerasi bagi santri. Program ini memungkinkan peserta meraih gelar sarjana hingga magister hanya dalam waktu empat tahun.
RINGKASAN BERITA:
- Santri bisa meraih gelar S1 hingga S2 hanya dalam 4 tahun
- Program akselerasi pertama dalam BIB 2026 khusus lulusan pesantren
- Jadi alternatif strategis di tengah penantian hasil UTBK-SNBT.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) membuka peluang strategis bagi kalangan santri melalui program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 skema akselerasi.
Program ini hadir di tengah masa penantian hasil UTBK-SNBT sebagai alternatif jalur pendidikan tinggi yang lebih cepat dan terstruktur.
BIB 2026 dapat diakses melalui portal resmi Kemenag di tautan http://beasiswa.kemenag.go.id.
Sementara pendaftaran dilakukan melalui platform beasiswa LPDP terintegrasi di http://www.beasiswalpdp-terintegrasi.kemekeu.go.id.
Skema Program Sarjana Lanjut Magister (PSLM) menjadi program akselerasi pertama dalam BIB 2026 yang memungkinkan peserta menyelesaikan pendidikan dari jenjang sarjana hingga magister hanya dalam waktu empat tahun atau 48 bulan.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kemenag, Ruchman Basori, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mempercepat lahirnya sumber daya manusia unggul dari lingkungan pesantren.
“Program ini membuka ruang baru bagi santri untuk menempuh jalur pendidikan tinggi yang lebih terakselerasi. Dalam empat tahun, peserta dapat menyelesaikan jenjang sarjana sekaligus magister,” kata dia, Selasa (5/5/2026).
Ia menegaskan, program akselerasi ini juga menjadi bentuk afirmasi untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi lulusan pesantren agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Pada tahap awal pelaksanaan, peserta yang lolos seleksi akan menempuh studi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya pada program studi Bahasa dan Sastra Arab, mulai Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.
Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan, Siti Maria Ulfa, menyampaikan bahwa pendaftaran program dibuka mulai 1 April hingga 31 Mei 2026 dan dikhususkan bagi santri binaan Kementerian Agama.
“Program ini memang diprioritaskan untuk lulusan pesantren yang terdaftar dan memenuhi persyaratan administratif maupun akademik,” jelasnya.
Kategori peserta mencakup lulusan pondok pesantren yang memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP), termasuk lulusan Pendidikan Diniyah Formal, Satuan Pendidikan Muadalah, PKPPS, serta MA, SMA, atau SMK berbasis pesantren.
Adapun persyaratan utama meliputi Warga Negara Indonesia, usia maksimal 20 tahun per 31 Desember tahun pendaftaran, lulusan tiga tahun terakhir (2024–2026), serta belum pernah menempuh pendidikan sarjana.
Peserta juga wajib terdaftar dalam sistem EMIS Kemenag, melampirkan rekomendasi dari pesantren, dokumen akademik, surat kesehatan, personal statement, rencana kontribusi pascastudi, serta sertifikat kemampuan Bahasa Arab dengan skor minimal TOAFL 500.
Selain sebagai alternatif bagi peserta UTBK-SNBT, program ini menawarkan jalur percepatan studi yang efisien dengan sistem pendidikan terintegrasi.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi Kementerian Agama dan platform pendaftaran beasiswa LPDP terintegrasi.