Beasiswa Double Degree Kemenag 2026 Dibuka, Kuliah 3 Tahun di Bandung Dapat Dua Gelar Internasional

Kementerian Agama membuka Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 dengan skema double degree di Deakin University dan Lancaster University, memberi peluang kuliah internasional tanpa harus lama di luar negeri.

Beasiswa Double Degree Kemenag 2026 Dibuka, Kuliah 3 Tahun di Bandung Dapat Dua Gelar Internasional
Sejumlah santri sedang belajar menggunakan komputer. (Sumber: Kemenag)

RINGKASAN BERITA:

  • Program double degree memungkinkan mahasiswa meraih dua gelar dalam tiga tahun kuliah di Bandung.
  • Peserta mendapat pengalaman internasional melalui program luar negeri selama 4–5 bulan.
  • Beasiswa penuh mencakup biaya kuliah hingga tunjangan hidup dan asuransi kesehatan.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Peluang meraih dua gelar sarjana internasional kini bisa ditempuh tanpa harus sepenuhnya kuliah di luar negeri.

Kementerian Agama membuka akses tersebut melalui Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 dengan skema Sarjana Double Degree di Deakin University Lancaster University Indonesia (DLI) Bandung.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman pendidikan global bagi lulusan madrasah, pesantren, serta SMA/MA/SMK sederajat binaan Kemenag.

Dalam skema ini, mahasiswa akan menjalani perkuliahan selama tiga tahun di Bandung dan berkesempatan mengikuti program internasional di luar negeri selama 4–5 bulan pada tahun kedua.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama, Ruchman Basori, menyebut program ini sebagai alternatif strategis bagi lulusan 2026 yang ingin mengenyam pendidikan berstandar internasional.

“Program double degree ini kami hadirkan sebagai alternatif bagi siswa lulusan tahun 2026 yang ingin mendapatkan pengalaman kuliah berstandar internasional. Selain kualitas akademik, mahasiswa juga mendapat exposure global melalui skema pembelajaran lintas negara,” kata Ruchman, Rabu (6/5/2026).

Ia menegaskan, program ini juga bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi kelas dunia bagi siswa dari latar belakang pendidikan keagamaan.

Menurutnya, inklusivitas menjadi salah satu fokus utama dalam skema beasiswa tersebut.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak madrasah, santri, dan lulusan satuan pendidikan keagamaan memiliki akses yang sama terhadap pendidikan tinggi kelas dunia. Ini bagian dari upaya memperluas kesempatan dan mobilitas akademik mereka,” tuturnya.

Beasiswa ini mencakup pembiayaan penuh, mulai dari biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan, dukungan buku dan penelitian, transportasi, hingga asuransi kesehatan.

Sasaran penerima adalah lulusan tahun 2026 dari berbagai satuan pendidikan di bawah binaan Kementerian Agama.

Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit telah dibuka sejak 1 April dan akan berlangsung hingga 31 Mei 2026.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi Kementerian Agama di http://beasiswa.kemenag.go.id, sementara proses pendaftaran dilakukan melalui platform LPDP terintegrasi di http://www.beasiswalpdp-terintegrasi.kemekeu.go.id.

Program ini diharapkan menjadi salah satu jalur strategis dalam mencetak generasi muda berdaya saing global, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keagamaan.(*)