Kemdiktisaintek Dorong Kampus di Kalimantan Jadikan IKN Pusat Riset dan Inovasi
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong perguruan tinggi di Kalimantan memanfaatkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai ruang pembelajaran, penelitian, dan inovasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan mutu pendidikan tinggi di wilayah Kalimantan.
RINGKASAN BERITA:
- Kemdiktisaintek meminta kampus di Kalimantan memanfaatkan IKN sebagai pusat riset dan inovasi.
- Perguruan tinggi didorong memperkuat kolaborasi dengan industri dan lintas sektor.
- Hasil rakor di IKN akan menjadi bahan evaluasi kebijakan pendidikan tinggi nasional.
RIAUCERDAS.COM, IKN - Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai dapat menjadi peluang besar bagi pengembangan pendidikan tinggi di Kalimantan.
Karena itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meminta perguruan tinggi memperkuat kolaborasi riset, inovasi, hingga program magang yang terhubung langsung dengan pembangunan kawasan IKN.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi se-Kalimantan yang digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI di IKN, Sabtu (9/5/2026).
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, hadir mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.
Dalam sambutannya, Badri menegaskan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Kalimantan menjadi bagian dari agenda prioritas nasional.
“Mutu pendidikan tinggi di Kalimantan adalah salah satu prioritas kita bersama. Ruang ini tidak hanya mempertemukan para pemangku kepentingan, tetapi lebih dari itu mempertautkan tekad dan semangat kolektif untuk satu tujuan mulia, yaitu meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Kalimantan,” ujar Badri.
Selain itu, Kemdiktisaintek juga menyoroti pentingnya penerapan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
IKU disebut menjadi instrumen penting dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi agar lebih terukur dan berdampak nyata terhadap pengembangan institusi.
Dalam forum tersebut, perguruan tinggi di Kalimantan juga didorong menjadikan IKN sebagai laboratorium hidup untuk kegiatan akademik.
Mahasiswa dan dosen diharapkan memperluas kolaborasi melalui penelitian, proyek tematik, program magang, serta kerja sama lintas sektor yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.
Untuk mendukung penguatan pendidikan tinggi itu, Kemdiktisaintek menawarkan tiga strategi utama.
Strategi tersebut meliputi penguatan kolaborasi akademik dan riset berdampak, peningkatan kerja sama produktif dengan industri dan mitra strategis, serta pengembangan talenta dan tata kelola perguruan tinggi yang berintegritas.
Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyatakan hasil rapat koordinasi tersebut akan menjadi bahan penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan tinggi nasional ke depan.
“Tentu hasil rakor ini akan menjadi bahan yang sangat penting untuk perbaikan kebijakan kita ke depan. Peningkatan mutu dan kompetensi pendidikan tinggi adalah sebuah keharusan. Ini hanya bisa dicapai jika kita sinergi untuk meningkatkan kualitas akademik, penguatan riset dan inovasi. Dukungan kebijakan yang konsisten juga menjadi kunci supaya perguruan tinggi bisa melahirkan SDM unggul yang adaptif dan berdaya saing,” ujar Hetifah.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Kemdiktisaintek kembali menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, inklusif, kolaboratif, dan memberi dampak nyata bagi pembangunan nasional, terutama di kawasan Kalimantan. (*)