Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Budaya Menulis Sejak Dini

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan pentingnya literasi dan kebiasaan menulis dalam pembelajaran mendalam saat meninjau SDN 6 Sumerta, Denpasar, yang juga menerima bantuan revitalisasi sekolah tahun 2026.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Budaya Menulis Sejak Dini
Siswa SDN 6 Sumerta menggunakan Papan Digital Interaktif. Mendikdasmen mendorong siswa mendapat pembelajaran mendalam atau deep learning. (Sumber: Mendikdasmen)

RINGKASAN BERITA: 

  • Mendikdasmen menekankan pentingnya budaya menulis sebagai bagian dari pembelajaran mendalam.
  • Siswa dilibatkan aktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis konteks.
  • SDN 6 Sumerta mendapat bantuan revitalisasi melalui program Sekolah ASRI 2026.

RIAUCERDAS.COM, BALI - Penguatan budaya menulis sejak dini menjadi sorotan utama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,(Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, saat meninjau proses pembelajaran di SDN 6 Sumerta, Denpasar, Bali.

Penekanan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya mendorong pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah dasar.

Dalam kunjungannya, Menteri Mu’ti masuk ke ruang kelas dan berinteraksi langsung dengan murid kelas 4 dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

Siswa diajak memahami penggunaan kata hubung sekaligus menyusun kalimat sederhana secara kontekstual.

Kegiatan belajar berlangsung aktif dengan melibatkan siswa untuk menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, serta menyusun contoh kalimat bersama.

Suasana kelas terlihat interaktif dan mendorong partisipasi murid secara langsung.

Menurut Mu’ti, pendekatan pembelajaran mendalam harus mampu membawa siswa melampaui hafalan.

Ia menilai, pemahaman materi akan lebih kuat jika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Ia juga menegaskan pentingnya menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan agar kemampuan literasi peserta didik dapat berkembang secara optimal.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan pentingnya membiasakan aktivitas menulis sebagai bagian dari proses belajar.

“Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Supaya ilmu kita tidak lupa, maka kita tulis sehingga ilmunya menjadi kita ikat dengan baik,” pesannya kepada para murid.

Menurutnya, kegiatan menulis tidak hanya memperkuat daya ingat dan pemahaman, tetapi juga membantu melatih koordinasi motorik sekaligus membangun kebiasaan belajar yang aktif.

Selain memantau proses pembelajaran, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk melihat kondisi sekolah yang menjadi penerima program revitalisasi tahun 2026 melalui Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto bertajuk Wujudkan Sekolah ASRI.

Bantuan tersebut berupa rehabilitasi satu gedung yang mencakup tiga ruang kelas guna mendukung lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.

Kepala SDN 6 Sumerta, Luh Made Wardyaningsih, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap sekolahnya.

“Terima kasih kami ucapkan atas kunjungan serta pesan penuh makna dari Bapak Menteri. Semoga bantuan revitalisasi yang diberikan pemerintah kepada sekolah kami memberikan manfaat yang besar dalam menunjang sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa-siswi kami ke depannya,” kata dia. (*)