Sekolah Alam Mangrove di Siak Cetak Generasi Penjaga Lingkungan, 40 Anak Dibina Jadi Agen Konservasi

Kelompok Masyarakat Laskar Mandiri memanfaatkan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 untuk memperkuat pendidikan lingkungan melalui Sekolah Alam di Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah, Siak. Program yang telah berjalan lebih dari dua tahun itu membina puluhan anak agar menjadi generasi pelestari mangrove dan peduli terhadap perubahan iklim.

Sekolah Alam Mangrove di Siak Cetak Generasi Penjaga Lingkungan, 40 Anak Dibina Jadi Agen Konservasi
Foto bersama saat program Sekolah Alam yang berlangsung di kawasan Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah, Kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit. (Sumber: Media Center Siak)

RINGKASAN BERITA:

  • Sekolah Alam Mangrove di Sungai Apit telah membina 40 anak selama lebih dari dua tahun untuk menjadi generasi pelestari lingkungan.
  • Program edukasi difokuskan pada pengenalan ekologi mangrove, pendidikan karakter cinta alam, dan pemahaman lingkungan sekitar.
  • Wakil Bupati Siak meresmikan Rumah Bibit Mangrove yang akan menjadi pusat pembibitan sekaligus sarana edukasi konservasi pesisir.

RIAUCERDAS.COM, SIAK - Upaya menyiapkan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan terus dilakukan di Kabupaten Siak.

Melalui program Sekolah Alam yang berlangsung di kawasan Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah, Kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit, puluhan anak dibina untuk memahami pentingnya menjaga ekosistem mangrove sejak usia dini.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 itu dilaksanakan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Laskar Mandiri pada Minggu (21/6/2026).

Ketua Pokmas Laskar Mandiri Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah, Khaidir, mengatakan Sekolah Alam telah berjalan lebih dari dua tahun dan saat ini diikuti oleh 40 peserta dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama.

Menurutnya, kegiatan belajar dilakukan secara rutin setiap hari Minggu sebagai sarana edukasi sekaligus kaderisasi generasi muda yang akan berperan dalam menjaga kelestarian mangrove di masa mendatang.

"Perubahan iklim menjadi tantangan yang nyata. Karena itu, anak-anak sengaja ditempa untuk mencintai alam dan menjadi penjaga ekosistem mangrove di masa depan," kata dia.

Ia menjelaskan materi yang diberikan kepada peserta difokuskan pada tiga aspek utama, yakni pemahaman tentang ekologi mangrove, pembentukan karakter yang peduli terhadap lingkungan, serta pengenalan kondisi alam di sekitar mereka.

Program tersebut juga mendapat dukungan dari PT Imbang Tata Alam (ITA), yang selama ini turut berkomitmen dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengurangan emisi karbon.

Area Manager PT Imbang Tata Alam, Hadi Purnawan, menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi Pokmas Laskar Mandiri dalam memberikan pendidikan lingkungan kepada generasi muda.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Alam menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan mangrove.

"Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan kecintaan terhadap alam dan kesadaran menjaga lingkungan," katanya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Pemerintah Kabupaten Siak.

Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menilai pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha dan komunitas lokal.

Ia menegaskan pendidikan lingkungan yang diberikan sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam daerah.

"Menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Semoga Sekolah Alam ini menjadi inspirasi dan dapat hadir di kampung-kampung lain," ujar Syamsurizal.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Siak juga meresmikan Rumah Bibit Mangrove Sekolah Alam Bakau.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi pusat pembibitan mangrove sekaligus sarana pembelajaran bagi masyarakat dan peserta Sekolah Alam.

Kehadiran rumah bibit tersebut dinilai akan memperkuat upaya konservasi mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Siak serta mendukung keseimbangan ekosistem yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta, Sekolah Alam Mangrove di Sungai Apit diharapkan terus berkembang sebagai pusat edukasi lingkungan yang mampu melahirkan generasi penjaga alam di masa depan. (*)