BRIN Tekankan Pentingnya Validasi Performa Baterai dan PLTS untuk Percepat Transisi Energi Bersih
BRIN menilai kemampuan pengukuran dan karakterisasi menjadi faktor kunci dalam pengembangan teknologi energi bersih. Validasi performa baterai dan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dinilai penting untuk menjamin keamanan, efisiensi, dan keandalan teknologi energi masa depan.
RINGKASAN BERITA:
- BRIN menegaskan validasi performa baterai dan PLTS menjadi faktor penting untuk menjamin keamanan dan efisiensi teknologi energi bersih.
- Pengujian parameter seperti hambatan internal, efisiensi daya, stabilitas temperatur, dan sistem proteksi menentukan umur pakai serta keamanan baterai.
- Teknologi karakterisasi juga mendukung ekonomi sirkular baterai melalui pemanfaatan kembali dan daur ulang berbasis data kondisi baterai yang akurat.
RIAUCERDAS.COM, TANGERANG SELATAN - Pengembangan teknologi energi bersih tidak hanya bergantung pada inovasi perangkat, tetapi juga pada kemampuan menghasilkan data yang akurat dan dapat diverifikasi.
Karena itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan teknologi pengukuran dan karakterisasi untuk mendukung riset sistem penyimpanan energi dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN, Eka Rakhman Priandana, dalam Workshop “Innovative Research on Solar PV-BESS & The Advanced Technologies to Support Performance Assessment” yang berlangsung di Auditorium Gedung Manajemen 720, Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (18/6/2026).
Menurut Eka, transisi menuju energi terbarukan membutuhkan dukungan data pengukuran yang presisi agar setiap teknologi yang dikembangkan memiliki tingkat keandalan dan keselamatan yang terjamin.
Ia menjelaskan bahwa data yang akurat menjadi fondasi penting dalam memastikan hasil riset memiliki validitas tinggi dan dapat diterapkan secara efektif di lapangan.
“Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN terus mendorong penguatan riset berbasis data pengukuran yang presisi untuk mendukung pengembangan teknologi energi bersih dan sistem kelistrikan yang andal. Validasi performa dan keselamatan sistem penyimpanan energi menjadi aspek penting dalam pengembangan teknologi masa depan,” kata Eka.
Dalam proses pengembangan teknologi energi, pengukuran dan karakterisasi memiliki peran yang luas, mulai dari analisis material, pengujian kinerja baterai, validasi prototipe, hingga pengujian aspek keselamatan sistem kelistrikan.
Eka menilai tantangan transisi energi yang semakin kompleks menuntut kemampuan riset yang tidak hanya fokus pada penciptaan teknologi baru, tetapi juga pada pengujian performa secara menyeluruh.
Menurutnya, teknologi energi yang akan diterapkan harus mampu memenuhi standar efisiensi, keselamatan, serta kesiapan operasional agar dapat digunakan secara optimal.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengembangan sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau battery energy storage system (BESS).
Dalam sistem ini, sejumlah parameter penting harus diuji secara menyeluruh, seperti hambatan internal baterai, efisiensi pengisian dan pelepasan daya, stabilitas suhu, hingga efektivitas sistem proteksi.
Selain itu, teknologi pengukuran juga dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja battery management system (BMS), kualitas daya listrik, serta performa PLTS dan inverter yang menjadi bagian penting dari ekosistem energi terbarukan.
BRIN juga menilai teknologi karakterisasi memiliki peran strategis dalam mendukung konsep ekonomi sirkular baterai.
Melalui pengukuran kondisi baterai secara akurat, potensi penggunaan kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle) dapat dilakukan dengan lebih aman dan efisien.
Pentingnya aspek pengujian tersebut turut ditunjukkan dalam sesi demonstrasi teknologi selama workshop berlangsung.
Perwakilan Hioki memaparkan metode pengukuran performa sistem PV-BESS melalui akuisisi data, pengujian impedansi, evaluasi kualitas daya, serta validasi berbagai parameter baterai pada setiap tahapan siklus hidupnya.
Sementara itu, Chroma menampilkan simulasi pengujian battery charge regulator yang digunakan untuk memastikan kesesuaian spesifikasi perangkat, tingkat efisiensi sistem, dan aspek keselamatan penyimpanan energi.
Melalui kegiatan tersebut, BRIN menegaskan bahwa kualitas riset energi tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi yang dihasilkan, tetapi juga oleh kemampuan menghasilkan data yang akurat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Penguatan kapasitas pengujian dan karakterisasi diharapkan mampu meningkatkan mutu riset nasional sekaligus mendukung pengembangan teknologi energi bersih yang aman, andal, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan. (*)