20 Finalis Duta Universitas Riau 2026 Jalani Karantina
Sebanyak 20 finalis Duta Universitas Riau 2026 mengikuti karantina pembekalan yang menitikberatkan pada penguatan kapasitas komunikasi, literasi informasi, wawasan kampus, hingga etika bermedia sosial. Program ini menjadi bagian dari persiapan untuk mencetak representasi mahasiswa yang mampu menjadi wajah positif Universitas Riau.
RINGKASAN BERITA :
- Finalis mendapat pembekalan tentang keterbukaan informasi publik, public speaking, dan etika bermedia sosial.
- Materi sejarah Universitas Riau diberikan untuk memperkuat identitas dan rasa memiliki terhadap kampus.
- Peserta juga mengikuti beauty class guna meningkatkan kepercayaan diri dan profesionalisme sebagai duta kampus.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Proses pemilihan Duta Universitas Riau (Unri) 2026 memasuki tahap pembinaan intensif melalui kegiatan karantina yang diikuti 20 finalis terbaik.
Program ini dirancang untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan wawasan yang luas.
Kegiatan karantina berlangsung di Ruang Siak Sri Indrapura, Lantai 4 Gedung Rektorat Unri.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai materi pengembangan diri dari sejumlah narasumber yang berasal dari kalangan akademisi maupun duta prestasi.
Ketua Pembina Duta Unri, Clara Yolandika, memberikan pembekalan mengenai keterbukaan informasi publik.
Materi tersebut menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap akses informasi yang transparan serta tanggung jawab dalam menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat.
Para finalis juga diperkenalkan dengan layanan dan fasilitas perpustakaan kampus oleh Surya Dharma.
Pembekalan ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat literasi dan pengembangan pengetahuan bagi mahasiswa.
Kemampuan komunikasi turut menjadi salah satu fokus utama dalam karantina.
Materi public speaking dan etika bermedia sosial disampaikan oleh Raja Mia Septha.
Para peserta dibekali keterampilan berbicara di depan publik sekaligus pemahaman mengenai penggunaan media sosial yang bijak, profesional, dan bertanggung jawab.
Selain itu, finalis mendapatkan wawasan mengenai sejarah dan perkembangan Unri yang disampaikan oleh Aurida Aman.
Materi tersebut diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki serta pemahaman peserta terhadap institusi yang akan mereka wakili apabila terpilih sebagai duta kampus.
Tak hanya pembekalan akademik, karantina juga menghadirkan sesi pengembangan kepribadian melalui beauty class yang bekerja sama dengan Wardah dan Kahf.
Kegiatan ini memberikan edukasi mengenai perawatan diri, penampilan profesional, dan peningkatan rasa percaya diri.
Melalui rangkaian pembinaan tersebut, panitia berharap para finalis mampu tampil sebagai representasi mahasiswa Unri yang cerdas, komunikatif, berintegritas, serta siap menjadi duta kampus dalam berbagai kegiatan akademik maupun sosial di tingkat lokal maupun nasional. (*)